PARIAMAN, METRO— Tindaklanjuti pertemuan dengan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Martin Suhendri, kemarin, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar menggelar Rapat Kordinasi bersama Kepala BBPOM di Padang beserta Kepala OPD, Kepala Badan dan Camat dilingkungan pemerintahan Kota Pariaman.
Dalam rakor tersebut ada lima agenda yang dibicarakan dan akan dilaksanakan yaitu gerakan penanaman pohon pasca banjir, PJAS (Pemeriksaan Pangan Jajanan Anak Sekolah), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Program Desa Pangan Aman, dan Pelaksanaan Pengawasan Pabukoan Dalam Rangka Bulan Ramadhan.
Berdasarkan kesepakatan, Afrizal Azhar sampaikan bahwa beliau menyambut baik semua program kegiatan tersebut dan akan menyediakan lokasi tempat penanaman 400 ribu pohon bantuan dari BPOM Pusat yang disalurkan melalui BBPOM Padang di empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman.
“Untuk penanaman pohon tersebut, kita akan tanam di hutan kota sikapak timur yang mempunyai luas sebesar 2,5 hektare, yang nantinya bisa menjadi destinasi wisata keluarga dan anak-anak berbasis alam. Selain itu kita juga akan tanam di kawasan-kawasan sungai yang tertimpa bencana banjir dan lokasi lainnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2026 bersama Kepala OPD dengan menggunakan pakaian adat,” ujar Afrizal Azhar.
“Terkait PJAS pemerintah kota pariaman dan instansi terkait akan kordinasi dengan pihak sekolah untuk mendata pedagang yang berjualan dilingkungan sekolah, sehingga dapat dilakukan pengawasan dan pemeriksaan jajanan yang dijual, apakah mengandung zat berbahaya atau tidak, untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dan konsumen lainnya dan kegiatan tersebut rencananya akan diadakan pada tanggal 12 Februari 2026,” terangnya.
Kemudian untuk lomba pasar pangan aman berbasis komunitas, pasar rakyat kota pariaman pernah meraih juara pada tahun 2021 sehingga tidak bisa lagi ikut di lomba berikutnya. Untuk itu rencananya kota pariaman akan ikut sertakan pasar kuraitaji dalam lomba tersebut, dengan melakukan pembinaan dan pembenahan lokasi sebelum lomba diadakan, agar sesuai dengan syarat yang telah ditentukan, supaya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan di pasar semakin meningkat.
“Untuk program desa pangan aman yang di inisiatif oleh BBPOM, kami minta instansi terkait untuk menindaklanjutinya bekerjasama dengan pihak desa/kelurahan serta melibatkan para kader untuk bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan serta memperkuat ekonomi desa,” jelas Afrizal Azhar.
Afrizal Azhar juga menambahkan, dikarenakan bulan Ramadhan akan datang seperti biasa BBPOM juga bekerjasama dengan pemerintah kota untuk melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan pabukoan yang dijual pedagang, apakah pabukoan yang dijual tersebut mengandung formalin, borax atau zat berbahaya lainnya, yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat. Jika terdapat zat berbahaya pada pabukoan tersebut, maka pedagang tersebut akan langsung diberikan sangsi sosial supaya perbuatan tersebut tidak terulang lagi.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri juga menjelaskan bahwa kegiatan dan program yang akan dilaksanakan ini adalah berdasarkan hasil dari pengamatan yang mereka lakukan dilapangan selama ini di Kota Pariaman. “Pengawalan dan pengawasan serta pengujian terhadap pangan jajanan ini penting dilakukan agar masyarakat terhindar dari zat-zat berbahaya yang bisa merusak kesehatan dan konsumen harus cerdas dalam berbelanja agar kesehatan bisa terjaga dengan baik,” ulasnya. (efa)






