SOLSEL, METRO—Upaya penanganan kemunculan harimau di kawasan Mudiak Sungai Manau, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, terus diperkuat.
Setelah kemunculannya terekam kamera warga dan viral di media sosial, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kini mulai menemukan indikasi awal keberadaan satwa dilindungi tersebut.
Camat KPGD, Adila Rekriyaldi, mengungkapkan bahwa tim di lapangan menemukan jejak telapak kaki yang diduga kuat milik harimau di sekitar lokasi penampakan. Jejak tersebut memiliki ukuran cukup besar dan berada tidak jauh dari permukiman warga.
“Jejak awal sudah ditemukan, berupa jejak kaki dengan ukuran kurang lebih 13 sentimeter,” ujar Adila, Jumat (19/12).
Sebagai langkah pemantauan lanjutan, petugas BKSDA bersama TNKS telah memasang kamera trap di empat titik yang dinilai strategis. Pemasangan alat pemantau ini bertujuan untuk memastikan pergerakan harimau serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, lokasi tersebut diketahui masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, sehingga penanganan dilakukan sesuai prosedur konservasi satwa liar.
Adila menambahkan, berdasarkan laporan warga dan hasil penelusuran di lapangan, harimau tersebut diduga telah memangsa hewan ternak milik warga. Tercatat enam ekor anjing dan dua ekor bebek dilaporkan hilang dan dimangsa di wilayah Sungai Manau. Meski belum ada korban jiwa, kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Untuk mencegah konflik antara satwa liar dan manusia, tim TNKS bersama warga setempat rutin melakukan penghalauan setiap sore menjelang waktu Maghrib. Penghalauan dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian agar harimau menjauh dari kawasan permukiman.
Selain itu, pemerintah kecamatan memberlakukan pembatasan aktivitas warga ke ladang. Warga hanya diperbolehkan beraktivitas di kebun mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB sebagai langkah antisipasi demi keselamatan bersama.
“Kami mengambil langkah pembatasan ini sebagai upaya pencegahan, mengingat jarak lokasi penampakan cukup dekat dengan permukiman warga,” tegas Adila.
Sebelumnya, seekor harimau terekam kamera warga saat muncul di kawasan Mudiak Sungai Manau pada Sabtu malam, 14 Desember 2025, sekitar waktu Maghrib. Dalam video yang beredar luas di media sosial tersebut, harimau terlihat berada tidak jauh dari rumah penduduk.
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, mematuhi pembatasan aktivitas yang telah ditetapkan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat atau petugas terkait apabila kembali melihat keberadaan satwa liar di sekitar permukiman. (jef)






