METRO SUMBAR

PERSI Sumbar Gelar Workshop Persiapan Implementasi Uji Coba Sistem IDRG

0
×

PERSI Sumbar Gelar Workshop Persiapan Implementasi Uji Coba Sistem IDRG

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Barat menggelar Workshop Implementasi Uji Coba Sistem Indonesia Diagnosis Related Group (IDRG) pada Jumat–Sabtu, 26–27 September 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan seluruh rumah sakit di Sumatera Barat menghadapi implementasi sistem IDRG yang akan resmi diuji coba mulai 1 Oktober 2025 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, sesuai dengan pemberitahuan Kementerian Kesehatan RI.

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Sumatera Barat.

Peserta utamanya berasal dari bagian Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dan Rekam Medik, sebagai unit yang berperan langsung dalam penerapan sistem IDRG di lapangan.

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal PERSI Wilayah Sumbar, Dr. dr. Helgawati, MM, ia menekankan bahwa kesiapan rumah sakit dalam menerapkan IDRG tidak hanya sebatas teknis, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma dalam pencatatan dan pelaporan klaim pembiayaan kesehatan.

“Penerapan IDRG adalah mandat nasional. Rumah sakit di Sumatera Barat harus memastikan kesiapan baik dari sisi administrasi, SDM, maupun teknologi informasi. PERSI hadir untuk mengawal proses ini agar semua anggota dapat melaksanakan uji coba sesuai arahan Kementerian Kesehatan,” tegas Helgawati.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama dari internal PERSI Sumbar, yaitu: Yurianti Mardian, A.Md, RM (Kompartemen JKN/Pembiayaan Pelayanan Kesehatan). Ia menjelaskan bahwa pemahaman mendalam tentang Indonesia Diagnosis Related Group (IDRG) sangat penting untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan. Ia juga menekankan penguasaan ICD-10 edisi 2010 dan ICD-9 CM IM sebagai dasar dalam pencatatan diagnosis dan prosedur medis.

“Sistem IDRG ini bukan hanya perangkat teknis, tetapi juga mencerminkan filosofi efisiensi dan transparansi dalam pembiayaan layanan kesehatan. Jika rumah sakit memahami dasar kodefikasi diagnosis dengan baik, maka proses klaim dan pengelolaan biaya akan lebih akurat dan akuntabel,” ujar Yurianti.

Ibnu Putra, S.Kom (Kompartemen IT dan Multimedia) menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan IDRG terletak pada kesiapan sistem informasi rumah sakit. Pihaknya akan memandu peserta dalam praktik langsung mulai dari instalasi environment bridging iDRG, konfigurasi sistem, hingga pengujian integrasi antara SIM RS dengan iDRG.

“Kunci keberhasilan implementasi IDRG adalah integrasi sistem. Peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu melakukan coding, konfigurasi, dan pengujian secara mandiri. Dengan begitu, proses bridging iDRG–SIM RS dapat berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.

Dalam workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung yang mencakup, pemahaman tentang IDRG serta pengenalan ICD-10 2010 & ICD-9 CM IM.
Instalasi dan konfigurasi environment bridging. Coding, sharing integrasi iDRG, dan pengujian bridging dengan SIM RS. serta Pendampingan onboarding iDRG untuk seluruh RS/klinik anggota PERSI Wilayah Sumbar.

Didampingi sekretariat PERSi Sumbar, Yulfendri dan Revil Zandri, dr. Helgawati mengharapkan peserta mampu membawa pulang bekal praktis untuk segera diterapkan di rumah sakit masing-masing. PERSI Sumbar menegaskan bahwa seluruh RS/klinik anggota akan terus didampingi hingga siap penuh menghadapi uji coba nasional.

Pigaknya berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan kelancaran implementasi IDRG. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan pada 1 Oktober 2025 mendatang, seluruh rumah sakit di Sumatera Barat sudah berada pada level kesiapan yang sama sehingga uji coba dapat berjalan serentak dan konsisten.

“PERSI Sumbar akan terus memastikan tidak ada rumah sakit yang tertinggal. Dengan kolaborasi antarbagian rekam medis dan IT di setiap RS, kita optimis implementasi IDRG di Sumatera Barat akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” tutup Dr. Helgawati. (rom)