BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) bekerja sama dengan SLB Negeri 1 Bukittinggi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Psikoedukasi dengan tema “Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Era Digital”.
Acara berlangsung pada Jumat (29/8) di Kantor Lurah Manggis Ganting, dengan menghadirkan peserta dari kalangan guru dan orang tua murid SLB Negeri 1 Bukittinggi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, SKM, M.Si., yang menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan khusus bagi anak berkebutuhan khusus.
“Pengasuhan anak istimewa membutuhkan perhatian serius, terlebih di era digital saat ini. Keluarga sebagai garda terdepan harus memiliki pemahaman dan strategi tepat agar tumbuh kembang anak dapat optimal,” ujar Nauli dalam sambutannya.
Dalam kegiatan ini, hadir narasumber Maya Yasmin, M.Psi., Psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Padang, yang membawakan materi terkait strategi pengasuhan ABK di tengah perkembangan teknologi digital.
Maya menekankan pentingnya literasi media, keamanan internet, serta pendampingan orang tua dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. Menurutnya, keterlibatan aktif keluarga dan guru menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan kondusif bagi anak berkebutuhan khusus.
“Era digital membawa banyak peluang, tapi juga tantangan. Orang tua harus bijak dalam memanfaatkan teknologi agar bisa menjadi sarana belajar sekaligus melindungi anak dari risiko yang mungkin muncul,” jelas Maya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan guru serta orang tua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus semakin meningkat. Dengan demikian, Kota Bukittinggi dapat semakin siap mewujudkan lingkungan yang ramah anak sekaligus mendukung visi Bukittinggi sebagai Kota Layak Anak. (pry)






