PADANG, METRO-Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (PW MPI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) periode 2025-2030 dikukuhkan, Sabtu (30/8) di salah satu hotel di Padang.
Dalam kepengurusan ini, Muhayatul dipercaya menjadi Ketua PW MPI Sumbar, sementara Firman Arif menjabat sebagai Sekretaris, dan Gun Sugianto sebagai Bendahara.
Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) MPI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan MPI adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun kelompok lintas agama dan ormas Islam.
Tadinya gerakan sukarelawan untuk menyukseskan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, sekarang punya misi menyukseskan program Prabowo-Gibran di daerah. “Semangat kolaborasi ini adalah semangat yang diusung Presiden Prabowo,” tegas Dahnil.
MPI menurutnya, merupakan gerakan sosial yang menggembirakan seluruh warga negara. “Dengan MPI kita ingin melihat warga negara tersenyum. Gerakan sosial yang bisa membuat masyarakat Sumbar tersenyum nantinya,” ungkapnya.
MPI selama ini telah melaksanakan berbagai gerakan, Seperti ada gerakan makan bahagia gratis yang diinisiasi MPI dan sudah satu tahun dibiayai MPI. Juga ada gerakan bersih-bersih rumah ibadah. gerakan bersih-bersih toilet sekolah dan banyak lagi gerakan sosial lainnya.
“Kita ingin sebuah model gerakan yang bisa menutup kebosanan dan kemarahan publik. Ramainya ruang publik saling memaki kita isi gerakan sosial yang dapat menyelesaikan masalah. Kita ingin terlibat dan berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah jangka pendek masyarakat,” ungkapnya.
Filosofi MPI
Dahnil juga mengungkapkan, MPI filosofinya seluruh aktivitas dimulai di pagi hari dengan kualitas terbaik dari matahari. Setelah salat subuh muncul matahari dengan konsisten setiap hari dan kualitas terbaik matahari yang menyehatkan. “Yang harus dilakukan MPI menghadirkan menyehatkan dan menggembirakan dengan kualitas terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.
Filosofi lainnya, matahari pagi selalu tepat janji. Selalu muncul di pagi hari. Itu komitmen standar moral. “MPI gerakan moral mendisiplinkan sebagai bagian penting dalam kehidupan,” terangnya.
Menurut Dahnil, PW MPI Sumbar menjadi kepengurusan ke-34 yang diresmikan PB MPI. Rencananya, pengurus di tingkat kabupaten dan kota akan segera dikukuhkan untuk memperkuat jaringan gerakan sosial di seluruh Sumbar.
Wadah Pemersatu Elemen Bangsa
Sementara, Ketua PW MPI Sumbar Muhayatul, yang juga Anggota DPRD Sumbar sekaligus Sekretaris PAN Sumbar, menegaskan MPI hadir sebagai wadah persatuan seluruh elemen bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
“MPI Sumbar berkolaborasi semuanya. Ini demi Sumbar lebih baik. Kami juga sudah menyiapkan kepengurusan untuk seluruh kabupaten dan kota di Sumbar,” ujarnya.
Ia menyebut Kepengurusan MPI akan segera hadir di Padang Pariaman, Kota Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, Pasaman Barat, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Sijunjung, Sawahlunto, Dharmasraya, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai.
“Sumbar punya perjalanan panjang melahirkan tokoh bangsa. MPI menjadi ruang dialog dan kerja nyata agar Sumbar terus berkontribusi untuk Indonesia,” kata Muhayatul.
Mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, Muhayatul menegaskan MPI Sumbar siap mendorong pengembangan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai pelatihan dan program sosial. “MPI adalah rumah kebersamaan yang akan memberikan kontribusi nyata bagi Sumbar dan Indonesia,” katanya.
Dewan Penasihat MPI Sumbar, Yuni Daru Winarsih, yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, menekankan pelantikan ini bukan sekadar seremonial.
“Pengurus dituntut kinerja dan pemikiran nyata untuk membangun Sumbar. Saat ini Sumbar darurat narkotika dan berada di peringkat teratas dalam kasus LGBT. Ini harus menjadi motivasi untuk bergerak melakukan pencegahan,” ujarnya.
Untuk memberantas narkotika dan LGBT menurut Yuni, harus dimulai dengan pecegahan. Upaya pencegahan tersebut seperti yang telah dilakukannya selama dua bulan menjabat Kajati Sumbar. Yuni mengungkapkan dirinya melaksanakan program Sedekah Mengajar. Di mana dirinya mengajar seperi guru di sekolah-sekolah dan tidak dibayar.
“Di suatu SMA kami datang mengajar. Saat saya berkunjung ke Kejari-kejari saya sempatkan mampir ke sekolah mengajar. Saya datang mengenalkan wawasan kebangsaan, cinta Indonesia, cinta Sumbar,” terangnya.
“Termasuk materi tindak pidana yang dekat dengan remaja seperi judi online, narkoba, bahaya medsos dan korupsi. Kami juga sudah perintahkan kejari lakukan program ini. Cegah hal-hal yang tidak baik. MPI bisa kita ajak untuk membangun jiwa-jiwa generasi muda yang lebih baik lagi,” harapnya.
Ikut juga memberikan sambutan Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Adib Alfikri. Hadir pula Ketua DPRD Sumbar, Kakanwil Kemenag Sumbar, Rektor UIN Imam Bonjol dan pejabat lainnya.(fan)






