SOLSEL, METRO–Menyambut Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan Republik Indonesia (RI) ke-80 yang diperingati setiap 2 September, Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok Selatan menggelar serangkaian kegiatan yang bukan hanya bernuansa seremonial, tetapi juga sarat makna kebersamaan, kepedulian dan nilai religius.
Dengan mengusung tema nasional “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju,” peringatan tahun ini terasa lebih berwarna. Sejak Rabu (27/8), suasana kantor Kejari Solok Selatan dipenuhi semangat kebersamaan melalui berbagai lomba seperti pacu karung, estafet sarung, domino, hingga jalan santai. Balon-balon yang dilepaskan ke udara menandai harapan baru bagi lembaga penegak hukum itu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada hiburan internal, rangkaian juga menyentuh aspek sosial kemanusiaan. Pada Kamis (28/8), jajaran kejaksaan bersama PMI Solok Selatan dan Unit Transfusi Darah RSUD Solok Selatan melaksanakan donor darah. Puluhan kantong darah terkumpul, menjadi bentuk nyata kontribusi Kejari bagi masyarakat luas.
Puncak kegiatan akan digelar Selasa (2/9) mendatang dengan upacara resmi dan acara syukuran. Namun, sebelum menuju hari besar itu, nuansa religius turut mewarnai peringatan Harlah. Pada Jumat (29/8), diadakan tausiyah di aula Kejari Solok Selatan.
Tausiyah langsung diikuti, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok Selatan Fitriansyah Akbar dan jajaran. Lalu, Kasi Pidum, Moch. Taufik Yanuarsyah selaku Ketua Panitia, didampingi Kasi Intelijen A. Sahputra ini menghadirkan Ustadz Adri Mahyudi.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan hadirin tentang ‘Hal-hal yang Tidak Dibawa Mati oleh Setiap Insan Manusia dalam Pandangan Islam’. Pesan tersebut seakan menjadi penyeimbang, bahwa di balik tugas berat penegakan hukum, setiap insan tetap harus menyiapkan bekal rohani untuk kehidupan akhirat.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok Selatan, Fitriansyah Akbar, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih jauh, ia menilai momentum Harlah Kejaksaan RI ke-80 menjadi ruang refleksi bagi jajarannya untuk memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menyadari tanggung jawab spiritual sebagai aparatur negara.
“Kegiatan ini kami rancang agar seimbang. Ada hiburan untuk mempererat kekompakan, ada aksi sosial yang bermanfaat untuk masyarakat, dan ada tausiyah yang mengingatkan kita semua akan esensi hidup. Semua ini demi kejaksaan yang lebih baik, sejalan dengan tema transformasi menuju Indonesia maju,” ujar Kajari. (jef)






