METRO SUMBAR

Direktur PDAM Berkeluh Kesah, Kurangnya Perhatian Pemko terhadap PDAM 

2
×

Direktur PDAM Berkeluh Kesah, Kurangnya Perhatian Pemko terhadap PDAM 

Sebarkan artikel ini
Julmardizon (Direktur PDAM Sawahlunto)

SAWAHLUNTO, METRO–Akibat Kemarau Panjang  krisis Air pun mencekik warga memekik. Direktur PDAM Sawahlunto Jul­mardizon menyampaikan keluh kesahnya sejauh ini terkait kurangnya perhatian Pemerintah Kota dan dukungan terhadap PDAM Sawahlunto.

“Kami dibiarkan bergerak sendiri termasuk dalam anggaran, belum ada kami menerima dana baik itu untuk perbaikan fasilitas maupun manajemen PDAM. Untuk hal-hal pelayanan optimal dan perbaikan fasilitas seperti pompa, pipa dan pembersihan bak penampungan air baku semuanya memakai biaya PDAM sendiri sebesar Rp. 628 juta,” ujar Julmardizon.

Kebutuhan PDAM Sawahlunto saat ini agar di musim kemarau panjang dapat terakomodir kese­luruhan wilayah Barangin adalah Pompa baru dengan kapasitas tarikan 70 liter/detik.

“Untuk wilayah Barangin dialiri oleh IPA Kandi dan IPA Kayu Gadang. Namun karena kemarau panjang sebanyak 3500 pelanggan kecamatan Barangin saat ini menerima air dari Bak Kayu Gadang yang airnya berasal dari batang Ombilin Rantih.  Sehingga air akan mengalir satu kali dua hari kepada pelanggan, harus bergiliran.

Untuk daya tarik pompa Rantih biasanya 12 jam sehari, namun melihat kondisi sekarang pompa bekerja diluar batasnya yaitu 20 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan 3500 pelanggan Barangin,” tuturnya.

Karena hal itu, imbuhnya biaya operasional PDAM Sawahlunto menjadi naik, biasanya PDAM membayar listrik Rp. 220 juta/bulan namun untuk bulan ini pembayaran listrik menjadi Rp. 265 juta/bulan.

“Dan bulan Agustus ini saja kami masih ada hutang sebesar Rp. 109 juta kepada PLN. Itu yang harus kami tanggulangi. Sebenarnya dari segi pelayanan PDAM Sawahlunto sudah melakukan usaha yang optimal, tapi disisi lain tentu kami butuh dukungan yang serius dari Pemerintah Kota sehingga jika pada musim kemarau warga kecamatan Barangin tidak menjerit, dan musim hujan warga Kecamatan Lembah Segar pun nyaman,” rincinya.

Jika dibiarkan saja PDAM Sawahlunto berjalan sendiri dalam mengatasi segala kendala di lapangan tanpa dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawah­lunto tentu akan sulit berkembang.  “Sebab bisa saja pompa yang di Rantih karena tidak sesuai kapasitasnya dalam beroperasi akan kolaps disebabkan peng­gunaan terus menerus,” keluhnya. (pin)