BERITA UTAMA

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Petani Gantung Diri di Pohon

0
×

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Petani Gantung Diri di Pohon

Sebarkan artikel ini
GANTUNG DIRI— Polisi bersama warga mengevakuasi jenazah korban M (55) yang ditemukan tergantung di Jorong Batu Labi, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tragis. Seroang pria paruh baya yang sehar-hari bekerja sebagai pertani, ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di pohon areal kebun miliknya Jorong Batu Labi, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (27/8).

Penemuan mayat korban berinisial M (55) ini sontak saja membuat warga setempat heboh hingga berbondong-bondong datang ke lokasi. M yang sehari-hari merupakan petani kebun di tempat dirinya mengakhiri hidupnya, sudah lama mengalami sakit kangker getah bening.

Diduga M depresi akibat sakit yang dialaminya cukup lama tidak kunjung sembuh membuat dirinya nekat mengakhiri hidup. Banyak di antara masyara­kat yang ada di lokasi tidak menyangka mayat pria yang tergantung itu adalah M. Hal itu dikarenakan M sehari-harinya dikenal baik oleh masyarakat setempat.

Kapolres Payakumbuh melalui Kapolsek Luak, Iptu Isral mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang tetangga yang sedang mencari rumput di ladang.

“Warga pun bergegas memberi tahu keluarga dan aparat nagari. Tak lama kemudian, tim Inafis Polres Payakumbuh bersama petugas medis Puskesmas Mungo tiba di lokasi,” kata Iptu Isral.

Iptu Isral menjelaskan, hasil pemeriksaan medis memastikan korban meninggal murni akibat gantung diri, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan pihak keluarga dengan berat hati menolak dilakukan autopsi dan menerima musibah ini dengan ikhlas.

“Mereka menandatangani surat pernyataan res­mi, disaksikan tokoh ma­syara­kat setempat agar dikemudian hari tidak ada yang menuntut terkait pe­ristiwa kematian korban,” tuturnya.

Iptu Isral menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, didapatkan informasi kalau korban menderita penyakit kanker sejak beberapa tahun belakangan. Korban diduga mengalami depresi karena penyakitnya itu tidak kunjung sembuh.

“Kita turut berduka cita atas peristiwa ini. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang tengah sakit atau menghadapi tekanan hi­dup,” pungkasnya. (uus)