AGAM/BUKITTINGGI

Pemko dan BPS Bukittinggi Perkuat Produksi Data Lewat Pembinaan Statistik Sektoral

0
×

Pemko dan BPS Bukittinggi Perkuat Produksi Data Lewat Pembinaan Statistik Sektoral

Sebarkan artikel ini
PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL— Pemko bersama BPS Kota Bukittinggi gelar kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang berfokus pada domain Proses Bisnis Statistik. Kegiatan ini berlangsung di Bukittinggi Command Center (BCC), Kamis, 10 Juli 2025.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi menggelar kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral dengan fokus utama pada Proses Bisnis Statistik. Kegiatan ini berlangsung di Bukittinggi Command Center (BCC) pada Kamis (10/7).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas data sektoral yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di lingkungan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Suryadi, yang didampingi Kabid IKP Ramon Arisa Putra, menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam mendorong terwujudnya data statistik yang terstandar, terukur, dan mendukung transparansi pembangunan.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap perangkat daerah semakin memahami dan mampu menyelenggarakan kegiatan statistik sektoral secara tertata, sesuai standar yang berlaku, serta mendukung kebijakan berbasis data secara optimal,” ujar Suryadi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari Tim Pembinaan Statistik Sektoral (PSS), Mudya Johanna, yang membawakan materi mengenai Generic Statistical Business Process Model (GSBPM). Model ini merupakan kerangka kerja internasional yang memandu proses bisnis statistik dari hulu ke hilir.

Menurut Mudya, GSBPM terdiri dari delapan fase utama, yaitu, Penentuan kebutuhan, Perancangan, Pembangunan, Pengumpulan data, Pengolahan, Analisis, Diseminasi, dan Evaluasi.

“Setiap fase memiliki sub-fase yang harus dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan agar menghasilkan data yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Mudya.

Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan dokumen Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) sebagai instrumen pemantauan utama atas pelaksanaan statistik sektoral di lingkungan Pemko Bukittinggi.

Pembinaan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data sektoral, sekaligus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan keterbukaan informasi publik.

Dengan pemahaman yang baik terhadap siklus proses statistik, Pemko Bukittinggi optimis dapat meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data yang valid dan terpercaya. (pry)