PARAKGADANG, METRO–Pemko Padang menunjukkan respon cepat dan tanggap dalam membantu warga yang terdampak kebakaran yang terjadi di Jalan Parak Gadang RT 002 RW 003, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Minggu (6/7) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.21 WIB itu menghanguskan 6 rumah yang dilalap sijago merah. Sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan total kerugian ditaksir lebih dari Rp1 miliar.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melindungi warganya, Pemko Padang melalui sejumlah OPD langsung menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi korban, Minggu (6/7) pagi.
Bantuan diserahkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Padang, Corry Saidan, bersama Kepala Bapenda Kota Padang, Yosefriawan, didampingi Camat Padang Timur, Lurah Ganting Parak Gadang, dan jajaran Dinas Sosial.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras 100 kg, mie instan 10 dus, gula, kopi, teh, minyak goreng, ikan kaleng, kecap, saos, kasur, pakaian dalam, kain sarung, daster, ember, makanan anak, family kit, kids ware, hingga perlengkapan memasak seperti kompor gas, tabung gas, regulator dan slang.
Plh Sekda Corry Saidan mengatakan, bantuan yang diserahkan merupakan langkah awal Pemko Padang untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
“Begitu mendapat informasi kejadian, kita langsung berkoordinasi dan turun ke lapangan. Ini adalah bagian dari program unggulan Pemko Padang, yaitu Padang Sigap, yang menekankan kecepatan tanggap darurat dan perlindungan warga,” ujar Corry.
Camat Padang Timur, Diko Eka Putra menegaskan bahwa penanganan pascakebakaran dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap pendataan, koordinasi bantuan, hingga pemantauan di lokasi.
“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota di wilayah, kami memastikan seluruh warga terdampak mendapat perhatian penuh. Saat ini kita fokus pada pemulihan awal dan memastikan bantuan tersalurkan merata sesuai kebutuhan masing-masing keluarga,” ujar Diko.
Ia juga menambahkan bahwa proses distribusi dilakukan secara terstruktur melalui posko bersama di kelurahan dengan melibatkan RT/RW, relawan, serta tokoh masyarakat setempat.
Pemko Padang terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari arus listrik dan kelalaian di dapur.
Selain bantuan darurat, program edukasi kebencanaan juga akan digencarkan sebagai langkah preventif ke depan.
Dirikan Tenda Darurat
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang juga sudah mendirikan tenda pengungsian bagi para korban kebakaran.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) cBPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, musibah kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa rumah, memaksa sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) dengan total 56 jiwa untuk mengungsi dari tempat tinggal mereka.
“Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD Kota Padang langsung mendirikan tenda pengungsi agar warga terdampak memiliki tempat berlindung sementara. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemenuhan kebutuhan dasar para korban, seperti logistik dari Dinas Sosial Kota Padang, pasokan air bersih, dan layanan kesehatan,” ujar Hendri Zulviton, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.
Hendri Zulviton menambahkan, pihaknya bersama relawan dan aparat kelurahan setempat masih terus melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak kerusakan serta kebutuhan lanjutan para penyintas. Proses ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menyeluruh.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kerugian material akibat insiden ini diperkirakan cukup besar.
BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di musim kemarau dan saat menggunakan peralatan listrik. Langkah-langkah pencegahan sangat krusial untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (ren)






