BUKITTINGGI, METRO–Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan intensifikasi dan integrasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KBKR). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Aula Balai Kota, Senin (23/6).
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menyampaikan bahwa peringatan Harganas tahun ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses layanan KB dan KBKR, terutama di wilayah-wilayah prioritas. Momentum ini juga disinergikan dengan program nasional Kirab Bangga Kencana.
“Berbagai tantangan pembangunan keluarga masih kita hadapi, seperti kekerasan dalam rumah tangga, penyimpangan perilaku seksual, dan stunting. Namun, kami mengapresiasi capaian Bukittinggi yang berhasil menurunkan angka stunting dari 20,1% pada 2023 menjadi 16,8% di 2024. Ini bukti kerja keras seluruh pihak, dari tenaga lapangan hingga pengambil kebijakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mardalena menyebut bahwa Harganas tahun ini mengangkat delapan fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia juga mengapresiasi keberadaan Sekolah Keluarga di Bukittinggi yang dinilai sebagai inovasi edukatif dalam memperkuat ketahanan keluarga. Bahkan, Bukittinggi ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh kabupaten/kota lokus nasional pembangunan keluarga sebagai bentuk penghargaan atas komitmen daerah dalam penguatan keluarga.
“Sejak dimulainya Pelayanan KB Serentak pada 16 Juni lalu, Bukittinggi mencatatkan progres terbaik dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Semoga capaian ini terus meningkat dan memberi dampak positif secara menyeluruh,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis menekankan bahwa Harganas merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa layanan KB dan kesehatan reproduksi telah menjadi bagian dari program strategis nasional karena berkontribusi besar dalam menurunkan angka stunting, kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas generasi penerus.
“Kami mendukung penuh program ini lewat berbagai langkah strategis, seperti pengintegrasian dalam RPJMD, layanan KB gratis di fasilitas kesehatan, penyediaan sarana berkualitas, edukasi kesehatan reproduksi, dan pengembangan Kampung KB di seluruh kelurahan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota, BKKBN, fasilitas kesehatan, serta berbagai mitra. Ibnu Asis turut mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk PKK, organisasi wanita, pemuda, tokoh agama dan adat, tenaga kesehatan, serta kader KB—untuk terus mendukung keberhasilan program ini.
“Tanpa partisipasi aktif masyarakat, program yang kita rancang tidak akan maksimal. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-32. Dari Keluarga untuk Indonesia Maju,” tutupnya. (pry)






