METRO PESISIR

Tak Ingin Ada lagi Tragedi Pembunuhan, Mutilasi hingga Kekerasan Seksual, Bupati Galang Kolaborasi Tangani Lonjakan Kasus Kriminalitas

0
×

Tak Ingin Ada lagi Tragedi Pembunuhan, Mutilasi hingga Kekerasan Seksual, Bupati Galang Kolaborasi Tangani Lonjakan Kasus Kriminalitas

Sebarkan artikel ini
GALANG KOORDINASI—Bupati Padanpariaman John Kenedi Aziz memimpin rapat membahas kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di Padangpariaman dan sudah menjadi pemberitaan nasional.

PDG. PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John  Kenedi Aziz melihat situasi sosial yang mengkhawatirkan ddaam daerahnya  mendorong dirinya mengambil langkah cepat dengan  mengundang berbagai unsur ma­sya­rakat  untuk menggelar diskusi bersama menyikapi maraknya persoalan sosial dan kriminal yang mencoreng wajah daerah.

“Sengaja kami hadirkan seluruh dunsanak ke­sini untuk menyikapi berbagai isu kemasyarakatan yang menyelimuti Padangpariaman. Ini tanda bahwa Padangpariaman tidak sedang baik-baik saja,” ujar Bupati Paangpariaman, kemarin.

Di dampingi Wakil Bupati Padangpariaman Rahmat Hidayat, Sekretaris Daerah Rudy R Rilis, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah, pertemuan ini juga dihadiri Ketua Harian LKAAM Sumbar Dr Amril Amir Dt Lelo Basa serta Ketua MUI, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang, Forum Camat, Forum Wali Nagari, unsur Bamus, cadiak pandai, pimpinan pondok pesantren, kepala Kemenag, organisasi kema­sya­rakatan, serta arganisasi pemuda se-Kabupaten Padangpariaman.

Bupati Padanpariaman menyebut, rangkaian kasus seperti pembunuhan sadis terhadap Nia, kekerasan seksual terhadap anak, hingga kasus mutilasi terhadap tiga remaja putri menjadi peringatan keras bagi semua pihak. “Saya mengajak basamo samo turun ka bawah mengawasi dunsanak kito ko. Kita harus cepat dan tanggap,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen adat, agama, dan pemerintahan untuk turun ke bawah, menyapa dan memantau anak kemenakan. “Kepada ninik mamak, alim ulama, pemuda, mari kita jaga bersama generasi ini. Jangan ada lagi tragedi serupa terjadi di Padangpariaman yang  kita cintai,” ujarnya. Suasana diskusi berlangsung hangat dan serius. Berbagai tokoh menyampaikan pandangan dan saran untuk dijadikan agenda tindak lanjut pemerintah daerah.

Ketua Harian LKAAM Sumbar Dr. Amril Amir Dt. Lelo Basa menyambut baik langkah Bupati. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. “Isi hati sanak dan kemenakan kita dengan Alquran. Setidaknya anak-anak kita hafal juz 30 sebelum tamat SD,” ujarnya.

Ketua MUI Padangpariaman bahkan menyebut situasi saat ini seperti kembali ke zaman jahiliah.  “Kalau tak segera kita atasi, akan semakin parah. Kita siap mendukung langkah Pak Bupati, termasuk turun langsung ke masya­ra­kat,” ujarnya.

Sementara Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol juga menyampaikan dukungannya. Menutup pertemuan, Bupati JKA menyampaikan beberapa langkah konkret hasil kesepakatan bersama, untuk kita bersamai menjalankannya. Diantaranya penutupan kafe yang tidak memiliki izin. Pengaturan jam bermain anak-anak, surat kesepakatan bersama (SKB) yang sudah kita sepakati bersama lintas sektor dan unsur untuk dijalakan secara komitmen. Serta mendorong anak-anak untuk mendalami ajaran Islam dan hafalan Alquran. “Kita mulai dari yang kecil, tapi nyata. Mari kita galakkan sentuhan langsung ke anak kemenakan kita. Ini ikhtiar bersama demi masa depan Padang Pariaman,” tambah Bupati mengakhiri . (efa)