BERITA UTAMA

Ahok Bersedia Dipanggil jadi Saksi Kasus Oplos BBM

0
×

Ahok Bersedia Dipanggil jadi Saksi Kasus Oplos BBM

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersedia untuk dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk menjadi saksi, dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023. Namun, Kejagung masih belum membuka terkait waktu pemanggilan terhadap Ahok.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar menyatakan, pemanggilan terhadap Ahok merupakan kebutuhan penyidikan. Ia menegaskan, setiap pihak yang mengetahui per­buatan dugaan peng­oplosan BBM RON 92 Perta­max yang diduga dicampur dengan RON 90 Pertalite, akan diminta keterangan.

“Kalau itu merupakan kebutuhan penyidikan, pihak mana saja dapat dipanggil untuk menguatkan pembuktian,” kata Harli, Minggu (2/3).

Namun, saat dikonfirmasi terkait waktu pasti pemanggilan terhadap Ahok, Kejaksaan masih enggan mengungkapkannya. Se­bab, saat ini kasus dugaan korupsi pengoplosan Pertamax yang merugukan keuangan negara hingga triliunan rupiah itu masih dalam proses penyidikan.

Kesediaan Ahok untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengoplosan BBM itu telah disampaikan secara langsung. Ahok tidak mem­permasalahkan jika dirinya harus diperiksa Kejagung, dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kirang periode 2018-2023.

Hal ini setelah Direktur Pe­nyidikan Jaksa Agung Mu­da Bidang Tindak Pidana Khu­sus (Dirdik Jampidsus) Kej­a­gung, Abdul Qohar me­ne­gaskan, pihaknya akan me­meriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus itu.

“Saya kira itu sangat bagus ya. Kalau minta keterangan itu hak aparat, hak Kejaksaan,” ucap Ahok dalam sebuah wawancara dengan media, dikutip Minggu (2/3).

Ahok menyatakan, kasus yang ditangani Kejaksaan Agung itu merupakan anak usaha dari PT Pertamina, yakni PT Pertamina Patra Niaga. Ia menyatakan, terdapat direksi terpisah dari perusahaan pelat merah penyidia bahan ba­kar minyak (BBM) itu.

“Tapi yang perlu diketahui, Pertamina ada jenjangnya nih. Ini anak perusahaan Pertamina Patra Niaga itu, punya Dewan Komisaris juga, ada Komutnya juga,” ujar Ahok. (jpg)