METRO PADANG

Imbas Kebakaran Rumah Warga, Pemko Segera Perbaiki Kelas dan Mushalla SMP 8

0
×

Imbas Kebakaran Rumah Warga, Pemko Segera Perbaiki Kelas dan Mushalla SMP 8

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI SMPN 8— Pascakebakaran yang terjadi beberapa hari lalu, Pj Wako Padang Andree Algamar mengunjungi SMPN 8 Padang, Kamis (1/8) siang.

MARAPALAM, METRO–Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Padang, Andree Harmadi Alga­mar mengunjungi Sekolah Me­nengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Padang, yang berlokasi di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Kubu Mara­palam, Kecamatan Padang Timur, Kamis (1/8) siang.

Kedatangan Pj Wali Kota Pa­dang dalam rangka melihat secara langsung tiga ruangan kelas dan satu musala yang dilaporkan terbakar di SMPN 8 Padang pada Selasa (30/7) siang sekitar pukul 13.47 WIB.

Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Andree Harmadi Algamar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang segera memperbaiki ruang kelas dan musala yang terbakar dengan menggunakan Belanja Ti­dak Terduga (BTT).

Saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan kerugian, sehingga nanti bisa dilakukan perbaikan.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk tetap waspada dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran,” katanya.

Usai mengunjungi SMPN 8 Padang, Andree Harmadi Algamar juga me­ngun­­jungi rumah warga yang terbakar di samping sekolah tersebut.

“Pemilik rumah, Dalinun (72) mengatakan, kebakaran terjadi saat ia pergi menunaikan shalat zuhur ke masjid terdekat,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah objek bangunan terbakar dalam pe­ris­tiwa yang dilaporkan terjadi di kawasan Marapalam pada Selasa (30/7) siang sekitar pukul 13.47 WIB.

Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pe­madam Kebakaran (Dam­­kar) Kota Padang, Rinaldi mengatakan, api berawal dari sebuah rumah yang berada persis di sebelah SMPN 8 Padang.

“Pemilik rumah diketahui bernama Dalinun (72). Sementara kejadian itu dilaporkan oleh seorang saksi bernama Riza Afriani (40),” katanya via keterangan tertulis.

Saksi tersebut, kata Ri­nal­di, melihat api yang sudah membesar dari sa­lah satu rumah kosong yang ditinggal pergi salat ke masjid oleh pemilik rumah. “Kemudian api mulai merambat ke sekolah sebelah rumah,” katanya.

Akibatnya, sejumlah bangunan di sekolah seperti dua ruang belajar atau kelas, musala dan toilet SMPN 8 Padang ikut hangus terbakar dilahap api.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sempat menimbulkan kepanikan karena ma­sih banyak pelajar yang berada di sekolah tersebut,” katanya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi tersebut menimbulkan kerugian lebih kurang mencapai Rp750 juta. Dinas Damkar Kota Pa­dang mengerahkan enam armada dengan melibatkan 60 personel dari Pleton B.

Dinas Damkar Kota Pa­dang mengimbau masya­ra­kat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran di tengah cuaca panas yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Kepala Dinas (Kadis) Damkar Kota Padang, Budi Payan meminta masya­rakat untuk tidak membakar sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan kebakaran.

Kemudian, ia mengimbau warga yang hendak keluar rumah untuk memperhatikan kembali kondisi kompor di rumah telah mati.

“Akibat kondisi cuaca terik panas yang terjadi di Kota Padang beberapa hari terakhir, sesuatu yang ti­dak diinginkan seperti kebakaran dapat terjadi apabila masyarakat tidak waspada,” katanya.

Masyarakat, kata eks Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu dilarang membuka lahan dengan cara membakar, apalagi dengan kondisi cuaca pa­nas terik yang terjadi di Kota Padang belakangan ini.

“Kemudian sama halnya antisipasi, kewas­pa­da­an kebakaran rumah padat penduduk. Karena kondisi panas ditambah dengan angin, jika terjadi kebakaran pastinya akan sangat cepat meluas apa­lagi jika rumah yang terbakar itu berbahan kayu,” katanya.

Budi Payan juga sesumbar mengeklaim pihaknya terus melakukan sosialiasi langsung ke masyarakat akan pencegahan kebakaran.

“Kami memohon bantuan 104 Lurah dan 11 Camat sosialisasi ke ma­sya­rakat terkait pencegahan dan dampak bahaya kebakaran,” tuturnya. (brm)