PADANG, METRO–Sebanyak 75 orang relawan mengikuti pelatihan penanggulangan bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat dan Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang.
Kabid Rehab BPBD Padang Rekon Ilham Wahab mengatakan, pelatihan bertujuan mencegah dan mitigasi bencana. Para relawan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan SDM serta memberikan informasi cepat kepada BPBD apabila terjadi bencana di kelurahan dan kecamatan masing-masing.
“Puluhan relawan ini akan menjadi garda terdepan jika terjadi bencana di desanya dan bisa menjadi sumber informasi apabila ada bencana di sekitarnya,” kata Ilham Wahab.
Ilham berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat bermanfaat bagi Kota Padang. “Karena, relawan inilah yang menjadi garda terdepan memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang terdampak bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Hidayat menyatakan, bahwa pelatihan itu sangat penting karena membantu memetakan kondisi tertentu dan mempermudah tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
“Oleh karena itu, sangat diperlukan keahlian baik terkait dengan pengetahuan maupun penggunaan peralatan kebencanaan,” sebut Hidayat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana ada di tangan kita semua, bukan hanya individu atau lembaga. “Harapannya peserta pelatihan menjadi relawan yang tanggap, tangkas, dan tangguh,” pungkasnya.
Kemudian, Ketua Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang Zulkifli menyampaikan, bahwa peserta pelatihan terdiri dari 70 orang dari Kota Padang dan lima orang relawan dari Provinsi Sumatera Barat. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2024, dan merupakan yang kedua dari anggaran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini bisa kita terapkan di lingkungan masyarakat. Kami berharap rekan-rekan relawan KPB yang telah diberikan pelatihan ini bisa membantu BPBD Kota Padang dalam penanggulangan bencana, baik pada kejadian tanah longsor, banjir, pohon tumbang, angin puting beliung, orang hilang/tenggelam, gempa, tsunami, serta bencana lainnya,” pungkasnya. (brm)






