PAYAKUMBUH/50 KOTA

Warga Apresiasi BWS V Sumatera dan Bupati Limapuluh Kota, Sungai Pemicu Banjir di Tungkar Dikeruk

0
×

Warga Apresiasi BWS V Sumatera dan Bupati Limapuluh Kota, Sungai Pemicu Banjir di Tungkar Dikeruk

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Anggota DPRD Lima Puluh Kota terpilih Fajar Rillah Fesky, bersama anggota TNI, BPBD dan Balai Wilayah Sungai V Sumatera, saat pengerukan sungai di Nagari Tungkar

LIMAPULUH KOTA, METRO–Sungai Batang Sandir di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari,  Kabupaten Limapuluh Kota yang telah berkali-kali memuntahkan banjir bandang dan lahar di­ngin Gunung Marapi, sehingga merusak jembatan, bendungan irigasi, areal pertanian dan perikanan, serta merendam surau dan rumah masyarakat, akhirnya dikeruk atau dinormalisasi. Pengerukan dimulai sejak Kamis (9/5), dan masih berlanjut Sabtu ini (11/5), hingga bebe­rapa hari mendatang. “Alhamdulillah. Sungai Batang Sandir yang dinamai penduduk  sebagai Batang Ayigh Pondam, Batang Ayigh Longkatan, Batang Ayigh Gontiang, dan Batang Ayigh Ampolu, sudah mulai dinormalisasi. Kita sampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Su­ngai (BWS) V  Sumatera dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo, bersama Forkopimda dan jajaran, termasuk

BPBD, Dinas PUPR,  dan TNI-Polri yang sudah merespon cepat derita dan keluhan masyarakat,” kata M. Fajar Rillah Vesky, tokoh muda masyarakat Situjuah Limo Nagari, Sabtu (9/5).

Fajar Rillah Vesky baru saja ditetapkan sebagai calon terpilih anggota DPRD Limapuluh Kota, menyebutkan, pengerukan Batang Sandir dilakukan oleh Kementerian PUPR, melalui Balai Wi­layah Sungai (BWS) Su­matera V dipimpin PPK-nya Saktiawan. Pengerukan berlangsung setelah Pemkab Limapuluh Kota dipimpin Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, menetapkan status tanggap darurat penanganan banjir Batang Sandir terhitung sejak 6 sampai 19 Mei 2024.

Status tanggap darurat untuk penanganan banjir Batang Sandir, dite­tapkan Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo, berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas yang digelar BPBD bersama Forkompimda Limapuluh Kota dan OPD terkait, termasuk Camat Situjuah Limo Nagari dan Wali Nagari Tungkar, Selasa malam (7/5). Sebelum status tanggap darurat itu ditetapkan, Sungai Batang Sandir su­dah berkali-kali meluap dan memuntahkan lahar dingin Gunuang Marapi.

Sepanjang tahun 2023 saja, sudah tiga kali Batang Sandir ini meluap dan memuntahkan lahar di­ngin Gunuang Marapi. Terakhir, pada Senin lalu (6/5), luapannya memutus jembatan yang menghu­bungkan dua jorong di Nagari Tungkar dan memutus kapalo banda atau bendungan irigasi yang mengairi sawah masya­rakat. Kemudian, luapan Batang Sandir juga merusak areal pertanian dan perikanan, serta merendam surau dan rumah warga. “Setelah berkali-kali meluapkan banjir bandang, berkali-kali memuntahkan lahar dingin Gunuang Marapi, berkali-kali merusak sawah petani, berkali-kali membuat warga mengungsi, dan terakhir memutus jembatan dan bendungan irigasi, Sungai Batang Sandir akhir­nya dinormalisasi. Sebagai bagian dari ma­syarakat Situjuah Limo Nagari, kami ucapkan terimakasih kepada BWS V Sumatera dan Bupati Lima­puluh Kota,” kata Fajar diamini Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado.

Menurut Fajar, penge­rukan atau normalisasi Sungai Batang Sandir oleh tim BWS V Sumatera ber­koordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota, Forkopimca Situjuah Limo Nagari dan Pemerintah Nagari Tungkar, tidak hanya menyelamatkan sungai tersebut dari  abrasi dan sendimentasi yang telah terjadi, sehingga merugikan pemerintah nagari dan masyarakat. Tapi untuk jangka panjang, juga menyelematkan ratusan miliar uang negara yang sudah digelontorkan untuk proyek normalisasi Batang Agam di Payakumbuh. “Perlu diketahui, Su­ngai Batang Sandir itu bermuara ke Batang Agam di Kota Payakumbuh. Normalisasi aang dilakukan BWS V Sumatera di Su­ngai  Batang Sandir,  berkoordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota, tidak hanya dapat mencegah musibah banjir bandang berulang yang merugikan masyarakat dan pemerintah nagari Tungkar, juga dapat menyelematkan ratusan miliar investasi negara dan daerah untuk  normalisasi Batang Agam Payakumbuh, karena hulu dari Sungai Batang Sandir itu adalah Batang Agam,” kata Fajar Rillah Vesky. (uus)