BERITA UTAMA

IRT jadi Bos Komplotan Penggelepan Mobil Rental, 17 Unit Disita dari Penangkapan 3 Tersangka

0
×

IRT jadi Bos Komplotan Penggelepan Mobil Rental, 17 Unit Disita dari Penangkapan 3 Tersangka

Sebarkan artikel ini
PENGGELAPAN MOBIL— Polsek Kuranji mengamankan 17 unit mobil dari penangkapan tiga tersangka kasus penggelepan mobil rental.

PADANG, METRO–Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuranji berhasil me­nangkap komplotan pengge­le­pan mobil dengan modus me­ren­tal lalu digadaikan kepada orang lain. Tak tanggung-tanggung,  belasan unit mobil berbagai merek ber­hasil digelapkan oleh kom­plotan ini.

Komplotan itu terdiri dari dari seorang perempuan dan dua laki-laki. Paranya, pelaku utama atau bos dari komplotan ini adalah FN alias E (43), ibu rumah tangga. Dalam me­la­kukan kejahatan yang sangat merugikan pengusaha mobil rental, FN dibantu oleh M (45), wiraswasta, dan E alias J (60), wiraswasta.

Kapolsek Kuranji AKP Nasirwan mengatakan, mo­­dus komplotan ini dengan cara merental mobil kepada pemilik mobil rental. Saat mobil diambil, pelaku langsung membayar biaya sewa. Setelah pemilik mobil rental percaya, lalu digadaikan kepada orang lain.

“Jadi, pengungkapan ini berawal kejadian Senin (5/6) pukul 10.00 WIB di Jalan Raya Kampung Lalang, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dengan korbannya berinisial A,” kata AKP Nasirwan saat konferensi pers, Selasa (27/6).

Menurut AKP Nasirwan, pelaku FN alias E secara bertahap merental mobil kepada korban A secara bertahap dengan jumlah empat unit mobil. Setelah mobil diserahkan, pelaku ternyata tak kunjung mengembalikan mobil korban meski waktu sewa su­dah habis.

“Korban berusaha me­ngecek keberadaan mobilnya yang ternyata sudah digadaikan oleh pelaku FN kepada orang lain. Dari laporan itulah, kemudian kami lakukan penyelidikan hingga menangkap ketiga pelaku di lokasi berbeda,” jelas AKP Nasirwan.

AKP Nasirwan menuturkan, dari hasil pemeriksaan, mobil pertama digadaikan E dibantu M dengan perantara I yang saat ini diburu (DPO) kepada seorang senilai Rp31 juta. Mobil kedua digadaikan kepada R (DPO) senilai Rp20 juta melalui I dan U (DPO.

“Kemudian, satu unit lagi digadaikan senilai Rp25 juta juga melalui U kepada AE (DPO). Sedangkan satu unit lagi belum sempat digadaikan pelaku. Dari tindak kejahatan E korban A merugi hingga Rp500 juta atau setengah miliar rupiah,” katanya.

AKP Nasirwan melanjutkan, pelaku dijerat Pasal 327 jo Pasal 378 jo Pasal 489 jo 55 KHUPidana dengan ancaman maksimal hukuman penjara empat tahun. Hasil pengembangan pelaku setelah diamankan, dari empat mobil yang dijadikan barang bukti, pihaknya kemudian berhasil mengamankan 13 barang bukti lainnya.

“Jadi total mobil yang kami sita dari penangkapan ketiga pelaku ini ada 17 mobil. Dari mengadaikan mobil kedua pelaku sudah meraup uang Rp467 juta atau hampir setengah miliar. Ini baru yang kita ketahui, di balik itu pelaku merayu masya­rakat untuk meminjam uang namun tidak dibayar,” jelasnya.

Ditegaskan AKP Nasirwan, barang bukti yang disita, 3 mobil dijadikan ba­rang bukti dan uang Rp4,35 juta, serta dua handphone. “Setelah meminta keterangan korban, hasil pengembangan menjadi 17 mobil. Pelaku dijerat dengan hukum dan undang-undang yang berlaku,” tutupnya. (cr2)