BERITA UTAMA

Berkubang Lumpur Lalui Medan Terjal, Gubernur Sumbar Pastikan Pembangunan Jalur Alahan Panjang- Bayang Tuntas 2023

0
×

Berkubang Lumpur Lalui Medan Terjal, Gubernur Sumbar Pastikan Pembangunan Jalur Alahan Panjang- Bayang Tuntas 2023

Sebarkan artikel ini
MOTOR TRAIL— Berbekal motor trail, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah nekat menelusuri jalan terjal menghubungkan Kabupaten Pessel dengan Alahan Panjang Kabupaten Solok, Rabu (19/10).

PESSEL, METROBerbekal motor trail, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah nekat menelusuri jalan terjal menghubungkan Kabu­paten Pesisir Selatan (Pessel) dengan Alahan Panjang Kabupaten Solok, Rabu (19/10).

Mahyeldi yang berangkat bersama rombo­ngan OPD Pemprov Sumbar dan Forkopimda berangkat dari Alahan Panjang menelusuri jalan sepanjang 7,5 kilometer yang dikelilingi hutan yang masih alami menuju Nagari Muaro Aie, Kecamatan IV Nagari Ba­yang Utara, Kabupaten Pessel.

Jalan yang berlumpur karena diguyur hujan de­ngan tanjakan dan penuru­nan yang terjal, tidak mem­buat nyali Mahyeldi dan rombongan ciut untuk me­lewati medan yang be­nar-benar mengerikan ter­sebut.

Alhasil, Mahyeldi ber­sama rombongan berhasil menaklukan medan yang sulit itu dan akhirnya mun­cul dari hutan di Nagari Muaro Aie, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Ka­bupaten Pessel.

Dengan pakaian dan motor trabas yang penuh lumpur, kehadiran Mahyel­di dan rombongan di depan Kantor Wali Nagari Muaro Aie disambut warga de­ngan antusias. Mahyeldi bersama rombongan akhir­nya beristirahat sejenak melepas lelah di kantor wali nagari tersebut.

Dengan perjalanan yang cukup berat dilalui hari itu, diakui Mahyeldi, membuka jalan baru be­nar-benar terasa berat­nya. “Ada lumpur, batu, jalan terjal, pendakian ting­gi, sebelah kiri jurang. Itu­lah keadaan pemerintah membuka jalan. Mau tidak mau harus dilakukan,” te­rang Mahyeldi.

Pembangunan jalan tem­­bus yang menghu­bung­kan Kabupaten Pessel d­e­ngan Alahan Panjang Ka­bu­­paten Solok, ditargetkan rampung dan bisa dilewati kendaraan pada 2023.

“Proses pinjam pakai hutan ke Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehu­tanan sudah rampung. Ting­gal pembangunan fisik. Ta­hun 2023 ditargetkan ram­pung,” katanya.

Ia mengatakan proses pinjam pakai itu dilakukan karena sebagian ruas jalan masuk dalam kawasan hu­tan lindung. Sebelumnya status hutan lindung sem­pat menjadi kendala, na­mun sekarang sudah men­dapatkan izin.

Mahyeldi, menyebut, Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk menyelesaikan fisik jalan tembus yang masih tersisa delapan kilometer lagi total panjang jalan sekitar 52 kilometer.

“Jika jalan tembus ini rampung, akan memper­pendek jarak antara dua kabupaten dari awalnya sekitar 139 kilometer de­ngan waktu tempuh 3,5 jam menjadi 52 kilometer de­ngan waktu tempuh hanya sekitar 30 menit,” katanya.

Ia mengatakan jalan tersebut memiliki nilai stra­tegis untuk perekonomian daerah. Ikan laut segar dari Pessel bisa lebih cepat sampai di Kabupaten Solok dan daerah sekitar semen­tara cabai dan sayuran dari Solok juga lebih cepat sam­pai di Pessel.

Dengan demikian pe­rek­onomian dua daerah akan semakin menggeliat dan harga juga bisa dite­kan karena biaya transpor­tasi telah terpangkas. Hal itu diharapkan juga akan berefek menurunkan ang­ka inflasi dari komponen bahan pokok.

Selain itu jalan tembus tersebut juga memiliki pe­ran vital bagi distribusi BBM. Jalan tersebut bisa menjadi alternatif bagi PT Pertamina untuk mendis­tribusikan BBM jika jalan dari Depo Pertamina me­nuju Padang terputus.

Sebelumnya satu-sa­tunya jalan yang bisa dile­wati truk BBM dari Depo adalah melalui Padang via Bungus Teluk Kabung. Ak­ses jalan itu rentan terpu­tus karena longsor. Jika akses terputus distribusi BBM kawasan Sumbar oto­matis terkendala.

“Jalan ini bisa jadi al­ternatif untuk distribusi BBM jika jalan di Bungus terputus,”katanya.

Sementara itu, Sek­re­ta­ris Daerah (Sekda) Pes­sel Mawardi Roska menga­takan jalan tembus itu me­rupakan salah satu mimpi masyarakat Pesisir Sela­tan. Dengan jalan itu diha­rapkan perdagangan anta­ra dua daerah akan mem­berikan efek langsung se­ca­ra ekonomi pada masya­rakat.

Selain itu juga akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu ung­gulan dari Pesisir Selatan. “Dengan adanya jalan tem­bus dan makin singkat waktu tempuh diharapkan bisa meningkatkan kunju­ngan wisata ke Pesisir Se­latan,”katanya.

Kepala Bappeda Sum­bar, Medi Iswandi menga­takan dalam pembangu­nan jalan itu juga dipertim­bangkan akses lewat untuk binatang hutan.”Ini adalah rekomendasi dari BKSDA agar tidak mengganggu habitat binatang,”ujarnya. (AD.ADPSB)