BUKITTINGGI, METRO–Kepala Dinas UKM Kota Bukittting bersama Komisi ll DPRD Bukittinggi melakukan kunjungan di Relokasi lapak pedagang sanjai di kawasan Pasar Atas Bukittinggi, Selasa (31/5) Polemik terkait pedagang lama dengan yang berdagang saat ini, sebagaimana diketahui di bahagian sisi sebelah kiri bangunan pasar atas, telah berdiri tenda 2×2meter sebanyak 70 unit, yang dihibahkan Telkomsel.
Tenda tersebut diperuntukkan bagi pedagang sanjai. Dengan adanya informasi yang kurang dianggap jelas oleh para pedagang maka pedagang mendatangi kantor DPRD Kota Bukittinggi.
Menanggapi hal tersebut Dinas koperasi dan UKM beserta anggota komisi ll DPRD kota Bukittinggi langsung meninjau lokasi lapak-lapak Pedagang. Kadis Koperasi dan UKM Beserta Anggota Komisi ll DPRD Tinjau Lokasi Pedagang Sanjai Bukittinggi
Kadis koperasi dan UKM. Nauli mengatakan, kunjungan ini adalah rencana relokasi pedagang sanjai. Bahwasanya semua pedagang sanjai akan difasilitasi untuk mendapatkan tempat yang persentatif. “Dan akses jalan yang menuju arah los lambung akan di bongkar dan dikembalikan pada pungsinya yaitu akses jalan.Maka yang tidak berjualan sanjai juga akan kami carikan tempat berjualan,” ujar Nauli.
Katanya, berkaitan dengan lokasi yang tersedia saat ini. Pedagang lama akan kita fasilitasi, jika memang setelah hasil verifikasi dan validasi mereka berhak berjualan, jadi selama ini mereka tidak berjualan karena tidak ada tempat dan itu akan kami carikan solusinya. “Bagi pedagang yang sudah melakukan loting beberapa hari lalu tetap lanjut berjualan dan bersamaan nanti dengan mereka yang tidak berjualan selama ini, akan tetapi memenuhi kriteria punya kartu kuning, sudah membayar retribusi tahun 2018.Dan akan kami cek kembali,” jelas Nauli.
Di tempat yang sama Edison Katik Basa Ketua Komisi ll, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar mengatakan, akan mamastikan kondisi pasar secara umum, khususnya kelompok pedagang sanjai. “Karena informasi yang kami dapatkan masih adanya yang perlu ditertibkan,dan informasi dari dinas UKM Kota Bukittinggi sudah ada gambar yang jelas,di tenda ini akan ditempatkan pedagang sanjai dengan hak yang sama,” ujar Edison.
Disini kita namakan “zona sanjai” semua pedagang sanjai kita tempatkan disini. Jadi pedagang lama yang diprioritaskan dan harus dibuktikan dengan sah. “Ini tinggal menunggu waktu karena validasi data ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun pemerintah punya database nya,” kata Edison.
Anggota DPRD praksi Nasdem Asril SE memastikan bahwasanya ada pengaduan dari beberapa pedagang ke DPRD. “Terkait rencana pemko Bukittinggi ingin melakukan penataan pedagang di kawasan pasar atas, sebagai legislatif kita turun kelapangan dan memastikan nya,” ujar Asril.
“Pada prinsipnya setiap pengaduan ke DPRD kita tampung dan kita verifikasi lalu disampaikan ke pemda, bagaimana menurut pemerintah dan harus disampaikan ke masyarakat,”ujar Asril.
Di tempat yang sama H.Irman anggota DPRD praksi PPP menambahkan, “Kita cuma memastikan adanya simpang-siur informasi atas pedagang sanjai.Dan kita meminta Dinas koperasi dan UKM untuk cepat meluruskannya, agar masyarakat dapat berjualan dengan aman dan nyaman,” ucap Irman.
Tampak pada kegiatan tersebut Kadis koperasi dan UKM.Nauli beserta staf nya, Edison Katik Basa anggota DPRD praksi Golkar,Asril, SE anggota DPRD praksi Nasdem, H.Irman anggota DPRD praksi PPP, Ibnu Aziz anggota DPRD fraksi PKS beserta rombongan. (pry)






