TANAHDATAR METRO–Dinilai cukup baik dan berhasil dalam pengelolaan sampah dan pelaksanaan Bank Sampah di daerahnya, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian memimpin tim untuk lakukan studi tiru ke Kabupaten Musi Banyuasin, Jum’at (13/5).
Wabup didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny. Patty Richi Aprian, Kepala Dinas Perkim LH Nofi Hendri bersama jajaran disambut Bupati Musi Banyuasin. Wabup Richi mengungkapkan, kunjungannya bersama tim dimaksudkan untuk berkoordinasi dan sharing informasi terhadap pengelolaan sampah dan pelaksanaan Bank Sampah sehingga bisa dilaksanakan di Tanah Datar.
“Persoalan sampah memang menjadi salah permasalahan yang cukup mendasar, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara baik dan terpadu agar memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat, baik segi kesehatan, ekonomi maupun dampak lingkungan,” kata Richi.
Diungkapkan Richi,tingkat capaian kinerja pengelolaan sampah Kabupaten saat ini baru mencapai 52,02 persen terdiri dari 17,69 persen pengurangan sampah dan 35,33 persen Penanganan Sampah.
Sedangkan untuk Bank Sampah, tambah Wabup, Tanah Datar sudah memiliki 21 buah tersebar di 75 Nagari. Berangkat dari itu semua, kata Richi, diharapkan dengan studi komparatif ini ada ilmu, teknik atau cara yang bisa kami peroleh dan nantinya diaplikasikan di Tanah Datar.
Sementara itu Staf Ahli Bupati Musi Banyuasin Ibnu Sa’ad menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan memilih daerahnya untuk kunjungan studi tiru Pemkab Tanah Datar. “Terima atas kunjungan rombongan pak Wabup, tentunya dalam kunjungan ini banyak hal yang bisa kita koordinasikan dan saling berbagi antara Musi Banyuasin dan Tanah Datar,” katanya.
Dikatakan Ibnu, dengan luas wilayah 14.265,96 KM2 dan jumlah penduduk 644.832 orang tentunya penanganan sampah cukup berat. “Alhamdulillah dengan dibentuknya OPD tersendiri yakni Dinas Lingkungan Hidup, permasalahan sampah di Musi Banyuasin sudah tertata dan terkelola dengan baik, sehingga kami mampu meraih 12 kali piala adipura,” sampainya.
Hal sama disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro, luasnya wilayah Kabupaten Musi Banyuasin menjadi salah satu permasalahan. “Capaian pengolahan sampah Kabupaten ada pada angka 42,64%, sedangkan capaian untuk Ibukota Kabupaten Musi Banyuasin sudah 90,24%, dimana sampah dihasilkan dari kota Sekayu sebagai ibukota lebih kurang 30 ton per hari,” sampainya.
Selepas itu Kadis Perkim LH Tanah Datar Nofi Hendri, ia merasa sudah tepat untuk berkunjung ke Kabupaten Musi Banyuasin untuk melakukan studi tiru. (ant)






