METRO PESISIR

Pertama Buka Jalan Baru Tanpa APBD, Masyarakat Serahkan Tanah dengan Sukarela di Pariaman 

0
×

Pertama Buka Jalan Baru Tanpa APBD, Masyarakat Serahkan Tanah dengan Sukarela di Pariaman 

Sebarkan artikel ini
BANTUAN—Wali Kota Pariaman H Genius Umar serahkan bantuan kepada pengurus Masjid Kuraitaji.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar  apresiasi masyarakat Desa Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, karena masyarakatnya sukarela menyerahkan ta­nahnya untuk dibangun jalan baru tanpa non budgenter. “Kita melaksanakan pembukaan jalan baru tanpa APBD disini,” kata  H Genius Umar saat melaksanakan shalat tarwih di Masjid Kuraitaji, kemarin.

Katanya, pembukaan jalan baru non budgeter pertama, dimulai dari inisiatif masyarakat Kuraitaji dan sekitarnya, sehingga meluas sampai ke Sunur

“Saya ingat pertama saya diajak Kepala Desa Kuraitaji ini, untuk memulai pembukaan jalan baru dengan gotong royong masyarakat, mereka secara sukarela menghibahkan tanahnya untuk dibuat jalan, untuk memudahkan akses dan memperbanyak jalan yang ada, dan se­karang telah tembus jalan dari Kuraitaji ini sampai ke sunur,” ujarnya.

Dikatakan, ia juga meng­himbau agar pengurus dan masyarakat, untuk selalu merawat dan melestarikan keaslian bentuk dari Mesjid Sejarah Muhammadiyah Kuraitaji ini, karena berdasarkan pe­ngakuan dari pengurus mesjid, bahwa mesjid ini mempunyai sejarah yang panjang dan cukup tua.

“Masjid yang dibangun pada tahun 1928 oleh Muhammadiyah ini, merupakan tempat pertama kali Mesjid Muhammadiyah didirikan di Sumatera Ba­rat, dan Kuraitaji juga sebagai pusat Muhamma­diyah untuk Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, karena disinilah didirikan Cabang Muhammadiyah untuk dua Kabupaten/Kota tersebut pada tahun 1928,” terangnya.

Selain itu, Genius menuturkan Mesjid ini dikenal juga Surau Dagang, dik­a­renakan Mesjid ini dekat dengan pasar dan menjadi tempat shalat para pedagang. Mesjid ini dinamakan Mesjid Sejarah Muhammadiyah, karena dulunya berdirinya sebuah Mesjid pertama Muhammadiyah ini, ditentang oleh masya­rakat setempat.

“Karena panjangnya sejarah mesjid ini, kiranya hal ini dapat menjadi acuan untuk dimasukan sebagai salah satu mesjid Heritage di Kota Pariaman, sehingga sejarah ini, dapat dite­rus­kan untuk generasi yang akan datang,” tukasnya.

Genius juga menuturkan tujuan TSR khusus ini, yang pertama adalah untuk ibadah, dimana ia bersama dengan tim dan ma­syarakat, menjalankan sho­lat isya, dan dilanjutkan dengan sholat taraweh dan witir berjamaah.

“Selain untuk ibadah, TSR khusus ini juga sekaligus menjalin silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat, berdialog men­­dengar pesan dan masukan yang disampaikan dari masyarakat, dan kunjungan ini, adalah sebagai salah satu wujud pelayanan pemerintah kepada ma­syarakat,” ungkapnya.

Labih lanjut Genius me­ngatakan bahwa saat ini, Pemerintah Kota Pariaman sangat giat-giatnya dalam membangun, baik itu pembangunan fisik maupun non fisik, dan kami juga menyampaikan berbagai program kerja dan pembangunan yang telah, sedang, dan akan kita lakukan, yang kesemuanya itu, adalah untuk Kota Pariaman lebih maju lagi.

“Kapada masyarakat, kiranya dapat terus membantu tugas dan program yang telah kita buat, se­hingga berbagai pembangunan yang telah kita lakukan, nantinya akan bermanfaat dan memberikan nilai lebih, untuk peningkatan kesejahteraan masya­rakat Kota Pariaman itu sendiri,” tutupnya.

Dalam kunjungan TSR khusus ini, Genius Umar juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Mes­jid Sejarah Muhamma­diyah Kuraitaji sebesar Rp. 5 Juta rupiah. (efa)