LOLONG BELANTI, METRO–Sejak awal memimpin Kota Padang, Wako Hendri Septa telah memasang tekad kuat untuk semakin memajukan Kota Padang dan mensejahterakan kehidupan masyarakat yang ia pimpin. Salah satu upaya yang ia lakukan bahkan viral di bulan Ramadhan ini adalah melakukan program Semata (Semalam di Palanta).
“Alhamdulilllah kita terus melanjutkan program Semata jilid dua bagi keluarga yang ke delapan di Ramadhan 1443 H. Keluarga yang kita bantu kali ini adalah keluarga Ibu Maini (47), di Jalan Belanti Barat 7 RT 06/RW04, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara. Insya Allah bekerjasama dengan Baznas rumah mereka dibedah menjadi layak huni,” ungkap Hendri Septa didampingi Ketua TP-PKK Ny. Genny Putrinda sewaktu menjemput Ibu Maini dan keluarga menuju Palanta, Selasa (19/4).
Sewaktu di lokasi wako sempat terenyuh melihat kondisi rumah Ibu Maini yang jauh dari kata layak huni itu. Pasalnya rumah tersebut dibangun seadanya di atas tanah rawa dan dataran yang rendah sehingga kerap tertimpa banjir. Atap rumahnya juga banyak bocor, tidak memiliki WC yang memadai bahkan yang lebih menyedihkan hanya berlantaikan tanah.
Setelah dikunjungi dan dilihat kondisi rumahnya, Ibu Maini beserta sang suami Damrizal (50) dan dua orang buah hatinya Rahmad Ridwan Putra (14) dan M. Zaki Hari Akbar (4) pun langsung diajak Wali Kota dan rombongan menuju Palanta Kediaman Resmi Wako.
Sementara di tengah perjalanan mereka terlebih dahulu diajak ke Grand Basko Hotel untuk bermain di wahana permainan anak. Si kecil M. Zaki Hari Akbar dan kakaknya Rahmad riang gembira bermain dan ia pun turut ditemani M. Farrel Abhinaya Septa putra bungsu Wako dan Ny. Genny Putrinda.
Wako mengatakan, selain dibedah rumahnya setiba di Palanta keluarga tersebut diajak berbuka puasa bersama dan bermalam selama sehari hingga esoknya sahur bareng.
“Melalui program Semata kita hanya ingin memberikan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga kita yang kurang mampu. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan kaum dhuafa atau orang miskin adalah orang-orang yang sangat dicintai Rasulullah SAW,” jelas Wali Kota.
Lebih jauh sang orang nomor satu di Kota Padang itu juga membeberkan dalam upaya membedah rumah warga yang tak layak huni di Kota Padang memang tidak cukup lewat program Semata di bulan Ramadhan saja.
Hal itu dikarenakan, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Padang saat ini cukup banyak warga kurang mampu dan tinggal di rumah tak layak huni di Kota Padang yang membutuhkan pertolongan. Lebih kurang mencapai 120 ribu kepala keluarga (KK).
“Kita berharap lewat program Semata ini juga turut mampu mengetuk banyak pintu hati lainnya untuk bisa saling peduli pada warga dhuafa seperti yang masih tinggal di rumah yang tak layak huni. Baik dari unsur BUMN/BUMD, perusahaan swasta dan pemangku kepentingan lainnya.,” pungkas Wako.
Sementara itu saat ditemui Ibu Maini mengaku terharu dan sangat bahagia mendapatkan bantuan dari program Semata tersebut. Ia pun merasa seperti mimpi bahkan tak mampu mengungkapkan kata-kata selain bersyukur kepada Allah SWT.
“Kami sekeluarga berterima kasih sekali kepada Pak Wali beserta Istri dan bapak ibu semua yang membantu kami melalui program Semata ini. Rumah kami dibedah dan kita juga diajak tinggal sehari di Palanta. Kami pun juga diajak bermain ke Grand Basko Hotel. Alhamdulillah si kecil M. Zaki Hari Akbar sangat senang karena belum pernah sekalipun bermain ke sini,” tuturnya dengan nada haru.
Ketika ditanyai seputar kondisi dan aktivitasnya sehari-hari, Maini mengaku untuk membantu kebutuhan keluarga ia menjadi buruh cuci di rumah warga sekitaran dekat rumahnya. Sementara sang suami hanya bekerja mengiris bawang milik orang dengan penghasilan yang tidak seberapa. (rel)






