LIMAPULUH KOTA, METRO – Belasan pegawai Imigrasi Kelas II Non TPI Agam bersama Intel Polres Limapuluh Kota, Intel Kodim 0306/50 Kota, Kejari Payakumbuh, Disperinaker Limapuluh Kota, Kesbangpol, Disnaker Sumbar, Selasa (27/11) menindaklanjuti informasi adanya Warga Negara Cina yang melakukan penambangan emas di Manggani.
Sayang, Timpora pengawasan dari berbagai instansi ini gagal menuju lokasi tambang di Jorong Pua Data, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh. Akibat jarak tempuh dan sulitnya medan jalan. Butuh 3 jam perjalanan dengan menggunakan motor trabas dengan melalui sedikitnya 18 jembatan kayu yang berjarak 14 Km dari kampung Pua Data.
Apalagi Timpora baru sampai di Jorong Pua Data sekitar pukul 14.00 WIB. Sehingga bila menuju lokasi butuh waktu 4-5 jam dengan berjalan kaki. Jika dilanjutkan menuju lokasi, maka Timpora akan sampai menjelang malam dan pulang kembali sudah malam.
“Memang tadi ada tim dari Imigrasi, Polisi, TNI yang kesini. Setelah kami sampaikan kondisi medan menuju lokasi dan lamanya waktu tempuh. Sehingga tim kembali. Karena kalau dilanjutkan sejak tim sampai pukul 02.00 siang maka sampai sore dan pulang akan malam,” jelas Kepala Jorong (Kajor) Pua Data, Nagari Koto Tinggi, Iswandi Selasa (27/11).
Dia membenarkan jika ada sebanyak 9 orang WN Cina yang datang ke lokasi melalui jalan di Jorong Pua Data beberapa waktu lalu. Dan sudah kembali pada tanggal 14 November 2018 lalu. WN Cina itu, sebut Iswandi, tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia dan hamper 17 hari lamanya berada di lokasi tambang emas Manggani.
“Mereka datang katanya mau melakukan survei, dan dari 9 orang itu tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia. Dan kami hanya angguk-angguk saja apa yang disampaikannya. Memang kami lihat saat datang itu mereka membawa genset dan mesin dompeng,” sebut Jorong.
Meski tidak melihat saat WN Cina kembali dari tambang emas Manggani secara langsung, namun Iswandi mendapat informasi dari warga Jorong Pua Data yang melihat jika 9 WN Cina itu sudah kembali pulang dari lokasi tambang emas Manggani.
“Saya memang tidak melihat langsung saat mereka balik, tapi ada warga yang melihat. Kemudian saat datang mereka diantar pakai ojek kelokasi,” sebut Jorong usai berbincang dengan Timpora yang terdiri dari berbagai instansi terkait.
Kepala Kesbangpol Herman Azmar melalui Fauzi yang ikut langsung bersama Timpora menuju lokasi mengakui tidak sampai di lokasi. Mengingat jauhnya jarak tempuh dan sulitnya Medan jalan. Sehingga Timpora harus kembali pulang untuk merencanakan kembali menuju lokasi tambang emas Manggani.
“Memang kita hanya sampai di Pua Data, karena jauhnya jarak tempuh maka diputuskan untuk mencari hari yang tepat menuju lokasi. Medan jalan juga parah karena kondisi hujan, dan penuh lumpur dan berbahaya,” sebutnya kepada wartawan usai berbincang dengan Jorong Pua Data dan tokoh muda setempat.
Kasubsi Teknologi Informasi Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Said Basri menyebut bahwa ada sebanyak 17 orang pegawai Imigrasi yang turun langsung kelokasi. Tim imigrasi dipimpin langsung Kasi Intel dan Pengawasan Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Dani Hariadi.
Dari hasil pengawasan ke lokasi disampaikan Said Basri bahwa tim memang belum bisa sampai di lokasi. Tim baru sampai di Jorong Pua Data dan berbincang dengan Kepala Jorong Pua Data, Iswandi serta tokoh muda setempat terkait informasi adanya WN Cina yang datang kelokasi tambang emas Manggani.
Kemudian keduanya menjelaskan bahwa benar memang ada sekitar 9 orang WNA asal China yg melakukan survei dilokasi tambang emas selama 17 hari dan sudah keluar dari lokasi tambang pada tanggal 14 november 2018 yang lalu.
Pada saat tim menanyakan perihal akses ke lokasi tambang, mereka berdua menjelaskan bahwa untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dengan mengendarai sepeda motor dan tidak memungkinkan lagi untuk sampai lokasi tepat waktu. (us)





