METRO BISNIS

PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Tercukupi

0
×

PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Tercukupi

Sebarkan artikel ini
PT PLN (Persero) memastikan keamanan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit PLN di Tanah Air.

JAKARTA, METRO–Di tengah fluktuasi harga di pasar internasional, PT PLN (Persero) memastikan keamanan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit PLN di Tanah Air.

Tingginya harga batu bara akibat gejolak politik internasional sempat di­kha­watirkan akan kembali mengganggu pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit yang dioperasikan PLN.

Namun berkat langkah PLN mengubah mekanisme sistem monitoring batu bara dan ditransformasi menjadi berbasis digital, pasokan batu bara kini dalam kondisi aman.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir telah meminta PLN untuk melakukan transformasi dalam tata kelola e­nergi primer.

“Kebutuhan batu bara untuk pasar domestik su­dah aman di tengah situasi internasional yang fluktuatif ditambah adanya pe­rang Rusia-Ukraina. PLN telah mengubah sistem pengadaan batu bara secara digital dan berkoordinasi dengan kami di Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM, sehingga pengadaan batu bara untuk penyediaan listrik kepada masyarakat tetap terjaga,” ucap Erick.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo  menegaskan, sesuai arahan Menteri ESDM dan Men­teri BUMN mekanisme pasokan kebutuhan batu bara sudah dibenahi oleh PLN dengan melakukan kontrak jangka panjang dengan monitor kewajiban peme­nuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) yang terpantau secara digital dan terintegrasi dengan sistem database di Kementerian ESDM sebagai regulator dalam pertambangan batu bara.

“Perubahan sistem kontrak berbasis digital yang kami kelola sekarang telah mengantisipasi kondisi fluktuatif harga batu bara di pasar internasional, sehingga ketersediaan batu bara tetap aman. Rata-rata stok pembangkit sudah di atas 15 hari operasi (HOP),” ujarnya.

Darmawan menambahkan, kebijakan peme­rintah serta dukungan DPR melalui Komisi VI dan Komisi VII yang tetap mematok harga DMO batu bara sebesar USD 70 per metric ton (MT) juga sangat membantu PLN untuk menga­mankan pasokan batu bara di tengah lonjakan harga.

Secara sistemik, PLN telah melakukan peruba­han paradigma dalam mo­nitoring dan pengendalian pasokan batu bara, yang semula berfokus pada pe­ngawasan di titik bongkar (estimated time of arrival/ETA) menjadi berfokus di titik muat/loading.

Langkah pengawasan tersebut, lanjut Darma­wan, tak hanya melalui fisik di lapangan tetapi juga dengan integrasi sistem monitoring digital antara sistem PLN dengan sistem di Direktorat Jenderal Mi­neral Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM. Sistem ini memberikan informasi target loading yang terintegrasi dengan sistem di Ditjen Minerba yang mencatat realisasi loading dari setiap pemasok.

“Kami bersama de­ng­an Kementerian ESDM melakukan enforcement day to day kepada pemasok untuk memastikan se­tiap pengiriman yang di­rencanakan dapat di- loa­ding sesuai rencana. Apabila terjadi kegagalan loa­ding, maka sistem terintegrasi antara PLN dan Dit­jen Minerba akan langsung mengunci sehingga tidak memungkinkan pemasok tersebut melakukan ekspor,” ungkap dia.

Tak kalah penting, PLN juga terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan para pengusaha kapal melalui INSA (Indonesian National Shipow­ners Association). Langkah ini dilakukan secara intens untuk memastikan realisasi pasokan batu bara termasuk penugasan dari Kementerian ESDM dapat terlaksana dan terkirim sesuai jadwal yang dibutuhkan. (rel)