AGAM/BUKITTINGGI

Wako Pariaman Launching Buku Muatan Lokal

0
×

Wako Pariaman Launching Buku Muatan Lokal

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Wali Kota Pariaman H Genius Umar, memberikan sambutan saat launching buku muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM).

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, launching buku muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM). Walikota Pariaman saat itu didampingi oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, dan Komandan Lantamal II Padang

Namun launching buku ini setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Buku Muatan Lokal Bahasa Dan Sastra Minangkabau (BSM) untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dapat disebarkan.

“Untuk wilayah Sumbar, hanya Kota Pariaman satu-satunya daerah yang menetapkan BSM ini sebagai kurikulum muatan lokal, hal ini telah tertuang dalam Peraturan Walikota Pariaman tahun 2020 tentang penerapan mata pe­lajaran Bahasa dan Sastra Minang sebagai muatan lokal wajib bagi SD dan SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Genius Umar mengatakan bahwa, keputusan untuk membuat buku ini a­dalah dengan alasan, agar budaya kita ini tidak hilang tergerus oleh perubahan zaman, sehingga anak-anak didik kita, harus diajarkan muatan lokal ini, agar mereka selalu mengingat dan menggunakan bahasa dan budaya mereka.

“Kami pemerintah Ko­ta Pariaman sangat serius dalam melestarikan budaya Minangkabau ini, terbukti dengan terjalinnya kerjasama antara Pemko dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas Padang dan UNP, untuk menyusun kurikulum mulok BSM sebagai mapel muatan lokal di Kota Pariaman, yang ditulis dan disusun oleh  17 orang guru Penulis BSM Pariaman Ti­mur,” ungkapnya.

Menutup sambutannya Genius Umar mengucapkan terimakasih, dan mem­berikan apresiasi kepada guru-guru yang telah membuat dan menyusun buku muatan lokal BSM ini, dengan harapan adanya buku ini bisa membuat mereka kembali mengenal adat istiadat Minang­kabau.

Katanya, buku muatan lokal BSM tersebut berisikan tentang permainan anak nagari, seperti permainan layang-layang, gasiang, cabur, samba lakon, patok lele, badie batuang, gundu, dan lainnya, sehingga anak-anak kita dapat mengenal macam-macam permainan tradi­sional minangkabau. Selain itu juga berisikan tentang bagaimana cara kita bertegur sapa sesuai kato nan ampek (kato malereang, kato mandaki, kato mandata dan kato manurun). Da­lam acara tersebut turut hadir Wakil Walikota Pa­riaman Mardison Mahyuddin, dan Komandan Lantamal II Padang beserta rombongan. (efa)