BERITA UTAMA

Gaji Sopir tak Dibayar, Trans Padang Mogok Kerja

0
×

Gaji Sopir tak Dibayar, Trans Padang Mogok Kerja

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Gara-gara belum terima gaji, sopir Bus Trans Padang koridor IV Jalan By Pass sejak pagi hingga sore melakukan aksi mogok kerja, Kamis (23/7). Akibatnya, operasional bus koridor IV sempat terhenti dan calon penumpang menjadi kesal. Pasalnya, sudah beberapa jam menunggu, bus yang dinanti tidak kunjung lewat.

Salah seorang calon penumpang Sonia (39) mengungkapkan bahwa ia kesal dengan bus yang tidak satupun lewat. Akhirnya, ia memutuskan untuk menggunakan ojek online untuk bisa sampai ke tujuan.

“Saya tunggu sejak pukul 11.00 wib bus tidak satupun lewat. Biasanya paling lama menunggu 30 menit, tapi hari ini sudah lebih satu jam saya menunggu. Baru tadi ada yang mengatakan bahwa bus memang tidak jalan hari ini,” ungkap wanita yang merupakan warga By Pass Balai Baru tersebut.

Wanita berjilbab itu mengaku, meski menunggu bus cukup lama namun ia merasa irit ongkos. Jika menggunkaan jasa ojek online dihitung per kilometer dan tarifnya cukup mahal.

“Hari ini terpaksa saya naik ojek online dan cukup banyak pengeluaran karena jaraknya jauh. Jika memang tidak beroperasi hendaknya pihak bua menginformasikan dan cepat mengatasinya. Namun informasinya sampai sore bus belum jalan juga,” akunya lagi.

Hal senada dikatakan, Ridho (31), dirinya telah berjam-jam menunggu Transpadang yang tak kunjung datang,” Entah kenapa bus tidak ada satupun, saya telah menunggu sejam disini. Tidak tahu apa penyebabnya. Informasi pun kita tidak tahu ada mogok,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Dian Fakri menyebutkan bahwa, terhentinya operasional bus Trans Padang tersebut karena ada permasalahan internal. Ia mendapatkan informasi bahwa antara bos dan anak buah tersangkut masalah utang piutang.

Baca Juga  Kupak Jok Motor, Aksi Maling Terekam CCTV

“Informasinya itu masalah di dalam dan tidak ada sebetulnya sangkutannya dengan terhentinya pengoperasian bus. Jika memang ada hutang piutang biaa selesaikan di luar jam pengoperasian,” ungkap Dian saat dihubungi POSMETRO.

Meski demikian, Dian sudah memberikan batas waktu penyelesaian hingga pukul 16.00 wib. Jika masih belum beroperasi maka surat peringatan akan dilayangkan.

“Saya sudah peringati dan berikan batas waktu. Jika bus masih belum jalan, maka kami akan berikan peringatan. Jangan sampai hilang kepercayaan masyarakat akan layanan bus ini. Yang teraniaya kan masyarakat yang menunggu bus,” sebut Dian.

Dalam hal ini, Dian menyampaikan bahwa ini sudah menjadi catatannya ke depan. Jika masih berulah maka bisa saja akan ditindaklanjuti lebih keras.

“Ujung-ujungnya bisa saja pemutusan kontrak kerja sama. Tapi jika masih bisa dibicarakan dengan baik, kami akan melakukan dengan cara baik,” pungkasnya.

Perusahaan Pengelolaan Trans Padang Koridor IV Tak Beres
Salah satu sopir, Hendra mengatakan, dirinya bersama rekan lainnya tidak kerja , dikarenakan mobil tidak bisa keluar dan rekan lainnya juga mogok mengemudi dikarenakan gaji belum keluar.

“Akibat gaji belum dibayar perusahaan pengelola Trans padang PT Bingkuang Sakti Transportasi (BST),  sudah 1 bulan  23 hari . Saya sudah ngutang sana-sini untuk menutupi kebutuhan. Harapan kita gaji bisa tepat waktu ,” ungkap Hendra.

Sementara, Pemilik Rumah Makan Doa Basamo Zal,  yang merupakan rekanan PT Bingkuang Sakti Transportasi (BST) Pengelola Bus trans Padang koridor IV mengatakan, ada total utang  73 juta yang belum dibayarkan, termasuk uang minyak ada 45 kali oleh PT BST kepada dirinya selaku rekanan.

Baca Juga  Kejari Padang Periksa 20 Saksi, Termasuk Anggota DPRD Sumbar Benny S Nasrun, Usut Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja Rp 34 M

“Utang lainnya ada sekitar 3 juta sehari yang diperuntukkan untuk minyak mobil Transpadang per hari, data kita ada uang minyak 45 kali belum dibayarkan. Jelas akibatnya kami juga tidak ada uang lagi untuk menekelnya. Akibatnya rumah makan ini jadi tidak bisa beroperasi, belum lagi sewa  pool bus. Kami berharap penyelesaian oleh pihak PT BTS,” beber Zal.

Sementara  Isman Ismail  Direktur PT Bingkuang Sakti Transportasi  menegaskan, pihaknya akan menyelesaikan tagihan  kepeda rekanannya dan menguntungkan  persoalan tersebut hanya mis komunikasi.

“Kami akan bertanggung jawab akan permasalahan ini, sekarang telah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Sebelum uangnya telah cair, dan waktunya saja kita yang belum sempat sebenarnya tadi malam mau kita kasihkan,” katanya.

Terpisah menanggapi permasalahan itu, Ketua DPC Organda Padang Mastilizal Aye mengatakan, ini akibat penunjukan pengelola transpadang tidak profesional Pemko Padang.

“Ini jadi pelajaran dinas perhubungan kota Padang. Lihat saja  perusahaan pengelolanya  tidak ada pool serta fasilitas tidak lengkap, ini harus jadi catatan kedepannya. Dan harus ditangani serius,”  bebernya.

Ditegaskan, Ketua Fraksi Gerindra itu jangan sampai masyarakat dirugikan akibat tidak beroperasi bus Transpadang. “Akibat pengelolaan yang bobrok masyarakat yang dirugikan, saya harapkan jangan terulang lagi, bekerjalah profesional agar masyarakat tidak menjadi korbannya,” tandas Mastilizal Aye. (cr1)