AGAM, METRO
Terbebasnya bahan pangan dari bahan berbahaya merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi produk makanan sebelum diedarkan dan dikonsumsi masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami dan mengetahui serta kurang peduli, bahwa penanganan makanan yang salah mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Perindagkop UMKM) Kabupaten Agam, Fatimah, Kamis (16/7).
Dijelaskan Fatimah, untuk mewujudkan daerah yang terbebas dari penggunaan bahan berbahaya, Perindagkop UMKM bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang menyiapkan Pasar Rabaa di Nagari Koto Kaciak sebagai percontohan.
“Tahap awal, Senin lalu, kami bersama BPOM Padang telah melakukan bimbingan teknis bagi sejumlah pedagang di Nagari Koto Kaciak. Di mana kita membahas tentang bahan – bahan berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi, dan menandatangani fakta integritas,” ujar Fatimah.
Untuk 6 bulan ke depan, imbuhnya, makanan yang ada di pasar Nagari Koto Kaciak akan terus dipantau dengan cara pengujian sampel. Pengujian sampel dilakukan satu bulan sekali. “Nantinya jika di Koto Kaciak sudah selesai, maka akan dilanjutkan ke nagari yang lain. Tahun depan direncanakan dilakukan di 10 nagari per tahun,” kata Fatimah.
Diterangkan, pada da_sarnya ada banyak bahan berbahaya yang tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan. Namun, dari hasil pengawasan, ada 4 bahan berbahaya yang sering ditemukan disalahgunakan dalam makanan yaitu Boraks, Formalin, Rhodamin B dan Kuning Methanil.
“Apa dampaknya jika dikonsumsi, boraks dapat menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Sementara, formalin dapat menyebabkan mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, kerusakan jantung, hati, otak, sistem saraf pusat,” terang Fatimah.
Pihaknya juga mengimbau bagi pedagang ataupun pelaku UMKM di Agam untuk senantiasa menggunakan bahan yang aman untuk dikonsumsi. “Meski saat ini hanya difokuskan di Koto Kaciak, kami berharap seluruh pedagang ataupun pelaku UMKM untuk tidak terbiasa menggunakan bahan makanan yang berbahaya. Gunakanlah bahan-bahan yang tidak menimbulkan masalah kesehatan pada zat dikonsumsi,” katanya berharap. (pry)





