METRO SUMBAR

Bupati Ali Mukhni Ingatkan Warga Jangan Buang Air Besar Sembarangan

0
×

Bupati Ali Mukhni Ingatkan Warga Jangan Buang Air Besar Sembarangan

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan dengan menghentikan merokok satu hingga dua bulan saja warga sudah dapat menyediakan akses sanitasi yang baik, realisasi akses sanitasi dalam Kabupaten Padangpariaman hingga tahun ini baru mencapai 71,25 persen, karena semua itu disebabkan akibat masih rendahnya kesadaran warga setempat terhadap kesehatan.

“Capaian tersebut tidak saja di Padangpariaman, namun juga di sejumlah kabupaten dan kota dalam  Sumatera Barat  yang angkanya kisaran 71 hingga 75 persen,” kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni dan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Padangpariaman H Ali Amran, kemarin.

Katanya, rendahnya akses sanitasi di daerah tersebut disebabkan karena sejumlah faktor mulai dari kesadaran masyarakat hingga anggaran Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang terbatas.

Alasan warga tidak membuat akses sanitasi karena permasalahan ekonomi padahal jelasnya,  hal tersebut bisa diatasi dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

“Dengan menghentikan merokok satu hingga dua bulan saja warga sudah dapat menyediakan akses sanitasi yang baik,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta pemerintah nagari untuk menganggarkan dana desa guna meningkatkan akses sanitasi di daerahnya serta merangkul perantau dan perusahaan untuk membantu warga miskin di Padangpariaman dalam menyediakan jamban yang sehat.

Katanya, pihaknya menargetkan pada 2024 Padangpariaman berhenti buang air besar sembarangan (BABS) yang target tersebut juga merupakan rencana pemerintah pusat secara nasional.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, Yutiardi Rivai meminta kesadaran masyarakat untuk menyediakan jamban di rumahnya dan tidak membuang air besar sembarangan karena dapat berdampak pada kesehatan.

Ia mengemukakan jika capaian akses sanitasi di suatu daerah rendah maka penyakit menular akan menyerang yang tentunya akan berdampak pada kesehatan serta tumbuh kembang tubuh dan otak anak.

“Contohnya jika seorang anak mengalami diare hingga tiga kali atau empat kali dalam sebulan maka berdampak pada tumbuh kembang anak sampai lima tahun ke depan bahkan bisa stunting,” jelasnya. Oleh karena itu, lanjutnya diperlukan peningkatan akses sanitasi agar tidak berdampak pada kesehatan. (efa)