PARIAMAN, METRO
Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan proses belajar mengajar (PBM) di Kota Pariaman telah dimulai sejak Senin (13/7) kemarin, karena saat ini Kota Pariaman telah masuk dalam zona hijau dalam persoalan Covid 19.
“Saya juga telah memantau proses belajar mengajar tersebut ke sekolah dari SD sampai ke tingkat SLTA. Sebab, Kota Pariaman sampai saat ini tidak ada lagi masyarakat yang terapar virus Covid-19,” kataGenius Umar didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Hendri Chaniago, Rabu (15/7).
Dijelaskan Genius Umar, hari pertama proses belajar mengajar dari SD sampai SLTA telah ia saksikan langsung. Namun, proses belajar mengajar tetap memakai protokoler Covid-19.
“Mulai dari SD sampai SMA pun tetap kita lakukan monitoring sehingga saya mengatahui kalau sekolah yang patuh dengan prokoler Covid-19 atau yang tidak patuh pada protokol Covid-19. Alhamdulillah sekolah di Kota Pariaman semua patuh dengan protokoler Covid-19, karena kita telah tetapkan aturannya,” ungkap Genius Umar.
Dikatakan Covid-19, Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang berada di wilayah zona hijau dalam Provinsi Sumatra Barat. Atas dasar itulah sekolah kembali dibuka sampai sekarang oleh Pemerintah Kota Pariaman.
“Namun kita telah mempersiapkan semua hal untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar pada era new normal,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan, Kota Pariaman telah kembali menyekolahkan SD, SMP atau sederajat dan termasuk SMA/SMK di Kota Pariaman, meski SLTA tersebut kewenangan Provinsi Sumatera Barat namun menyesuaikan dengan kebijakan daerah masing – masing.
Akan tetapi jelasnya, untuk TK atau PAUD hingga kini masih dirumahkan sedangkan SD kelas I, II dan III tetap melaksanakan belajar tapi belajar di rumah dan dipantau oleh gurunya masing-masing yang langsung datang ke rumah siswa tersebut.
Aturan yang harus ada di setiap sekolah, saat sekolah mulai dibuka antara lain pengecekan suhu guru dan murid di depan gerbang sekolah, adanya tempat cuci tangan disetiap kelas, anak-anak wajib menggunakan masker dan bila lupa pihak sekolah menyediakan masker untuk muridnya dan orangtua murid mengantar dan menjemput anak hanya sampai pagar saja.
“Kita telah terapkan kesetiap sekolah agar sekolah dan anak wajib mematuhi protokol kesehatan demi keamanan kita bersama. Mulai dari anak-anak menggunakan masker selama jam belajar, selalu menjaga jarak, sering mencuci tangan dan membawa bekal makanan minuman dari rumah karena sekolah di era new normal jam istirahat ditiadakan. Anak-anak akan belajar mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 10.15 WIB,” ungkap Genius.
Selain itu, anak-anak juga dibagi dua kelompok belajar dengan standar operasional prosedur (SOP) dikembalikan ke sekolah masing-masing. Ada yang melaksanakan PBM dengan membagi siswa menjadi dua kelompok, dengan aturan seminggu sekolah, seminggu di rumah. Ada juga yang menerapkan tiga hari belajar di sekolah dan tiga hari belajar di rumah.
Untuk murid SD, Genius Umar sangat mengharapkan perhatian yang lebih dari para guru karena siswa SD belum semuanya paham dan mengerti akan bahaya pandemi covid-19.
Walikota juga mengingatkan kepada murid-murid untuk tidak pernah memakai masker teman atau menukar masker dengan yang lain karena hal itu akan membahayakan diri masing – masing.
“Kita tadi juga ingatkan murid SD agar tidak menukar maskernya dengan teman karena bisa membahayakan diri sendiri. Saya harapkan juga peran orangtua sangat diperlukan baik dalam memperhatikan belajar anak maupun untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, “ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi menyampaikan pembelajaran tatap muka tanggal 13 juli nanti tidak sama dengan pembelajaran tatap muka sebelum masa pandemi Covid-19 ini. Untuk itu keselamatan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan sangat penting.
“Sebelum memasuki pembelajaran tatap muka pada tahun pelajaran 2020/2021 beberapa tahapan yang harus disiapkan oleh satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan harus melakukan sterilisasi sekolah dengan menyemprot sekolah dengan cairan disinfektan, pendidik dan tenaga kependidikan akan di tes swab oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman,” ucapnya.
“Kita juga membentuk tim gugus tugas tingkat satuan pendidikan, menyediakan tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) setiap kelas, satuan pendidikan menyediakan masker, thermo gun, hand sanitizer dan membuat informasi mengenai standar kesehatan Covid-19,” tambahnya.
Selanjutnya Kanderi menjelaskan, pada saat pembelajaran jumlah murid per kelasnya dibagi dua, dangan mengatur jarak meja dan tempat duduk siswa. Setiap kelas memiliki jadwal satu minggu belajar tatap muka di sekolah, dan satu minggu belajar daring dari rumah, dimana jadwal jam pelajaran dimulai pada pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 10.15 WIB, kemudian siswa langsung pulang.
“Siswa berangkat dan pulang sekolah, diantar dan dijemput oleh orang tua/keluarga atau menggunakan fasilitas bus sekolah dengan menerapkan protokol Covid-19,” ucapnya.
Sebelum masuk kelas, suhu siswa diukur dengan thermo gun, mencuci tangan pakai sabun serta menyemprotkan cairan disinfektan pada telapak sepatu siswa. Bila suhu badan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan tinggi 38°C, maka disuruh kembali pulang dan berobat. Pembelajaran kali ini tidak ada jam istirahat dan kantin sekolah tidak diizinkan, siswa tidak diperbolehkan belanja/jajan di lingkungan sekolah.
“Yang kita izinkan melakukan pembelajaran mulai dari kelas tinggi tingkat SD (kelas 4,5 dan 6), serta untuk pelajar SMP dan SMA/SMK. Sedangkan untuk kelas rendah (kelas 1,2 dan 3 SD), TK dan Kelompok Bermain, belum diizinkan belajar tatap muka. Jika keadaan ini tetap terkendali, maka dua bulan yang akan datang, baru diizinkan belajar tatap muka. Namun teknis pembelajaran tatap muka diatur dan disesuaikan oleh masing-masing satuan pendidikan yang ada di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (efa)





