PDG.PARIAMAN, METRO
Sempat membuat resah masyarakat, seekor harimau sumatra masuk dalam perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Korong Surantih Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Senin (13/7).
Sebelumnya, Sabtu (11/7), satwa dengan nama latin panthera tigris sumatrae ini dilaporkan telah memangsa dan menerkam tujuh ekor kambing milik warga. Dua ekor kambing habis dilahap harimau sumatra, sedangkan lima ekor kambing mati gara-gara diterkam Dari laporan itu, BKSDA Sumbar kemudian memasang kamera trap sebanyak empat unit untuk melacak pergerakan satwa dilindungi yang meresahkan warga.
Setelah pemasangan kamera trap, baru diketahui adanya pergerakan harimau sumatra di kawasan tersebut. Kemudian, Minggu (12/7), BKSDA memasang perangkap untuk melakukan penangkapan terhadap harimau sumatra. Satu hari setelah pemasangan perangkap, akhirnya harimau sumatra yang masih berusia remaja berhasil masuk perangkap dan kemudian dievakuasi.
Pantauan POSMETRO, lokasi harimau sumatra masuk perangkap tidak jauh dari pemukiman warga. Pihak Kepolisian terpaksa memasang garis polisi di sekeliling lokasi penangkapan harimau sumatra. Warga sekitar dilarang masuk, guna mengantisipasi satwa stres dan demi keamanan. Meski telah dipasang garis polisi dan dilarang mendekat, warga tetap saja nekad mendekat ke lokasi Bahkan ketika harimau dapat dilumpuhkan dengan memberikan bius, warga beramai-ramai mendekat untuk melihat satwa tersebut.
Petugas sudah berusaha menghalau warga tetapi tak diindahkan dan warga masih saja mendekat ke lokasi. Petugas pun terpaksa berhenti terlebih dahulu bekerja sebelum warga menjauh dari lokasi perangkap. Dengan dibantu petugas TNI dan pihak kepolisian, akhirnya warga menjauh dan petugas kembali dapat bekerja. Petugas kemudian menembakkan bius kepada satwa ini dan memindahkan dari dalam perangkap ke kandang khusus untuk evakuasi. Hampir lima jam, harimau sumatra itu baru bisa dievakuasi dari lokasi dan membawa harimau tersebut ke Padang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kapolsek Lubuk Alung AKP Harmon mengatakan, pada Minggu itu sekitar pukul pukul 09.00 WIB memasang perangkap atau kerangkeng besi yang todak jauh dari pemukiman warga. Kemudian paginya sekitar pukul 06.00 WIB warga setempat melaporkan kalau harimau itu masuk perangkap.
”Kita memasang garis polisi di sekeliling lokasi penangkapan harimau sumatra. Ratusan warga memadati lokasi karena ingin menyaksikan proses evakuasi harimau. Karena berbahaya, kita berusaha menghalau warga untuk menjauh dari lokasi agar tidak menganggu petugas yang bekerja. Setelah dipindahkan dari kandang perangkap ke kandang evakuasi, BKSDA kemudian membawa harimau dari lokasi,” kata AKP Harmon.
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Damayanti mengatakan, harimau sumatera yang masuk perangkap itu adalah anak harimau yang masih kategori remaja. Sementara untuk umur dan jenis kelamin masih belum bisa dipastikan karena kondisi harimau itu sedang terbius dan sudah masuk ke dalam kerangkeng untuk di evakuasi.
“Diperkirakan usia harimau sumatra ini cukup remaja. Namun, belum bisa dipastikan ya jantan atau betina. Sementara kami evakuasi dulu, kami lihat dulu kondisi kesehatannya. Sebelumnya satwa ini cukup meresahkan masyarakat. Sehingga kita bersama dengan Polisi memasang perangkap setelah mendapat laporan dari warga,” jelas Eka.
Ditambahkan Eka, untuk sementara ini pihaknya tidak bisa memastikan kalau hewan buas itu lebih dari satu ekor. Tahap awal ini pihaknya akan membawa harimau tersebut ke Padang untuk dirawat atau dipulihkan jika terluka.”Yang jelas, harimau sumatra ini kita evakuasi dulu dari lokasi,” ungkap Eka.
Nekad Mencuri Kumis Harimau
Banyaknya warga setempat yang nekad mendekat sempat membuat petugas menghentikan sementara proses evakuasi. Di sela-sela menunggu warga bubar, ternyat ada seorang pria yang mencoba mengambil kumis harimau sumatera. Parahnya, paria tersebut sebelumnya mengaku sebagai wartawan, karena membawa sebuah kamera.
Beruntung tindakan pria itu diketahui salah seorang petugas. Pria yang tidak diketahui identitasnya itu kemudian menjauhi perangkap dan petugas mengamankannya. Kepada petugas, ia mengaku bahwa seorang wartawan. Namun saat ditanya identitas, pria itu tidak mampu memperlihatkan. Akhirnya, ia pun mengakui hanya seorang Youtubers. “Tidak ada saya ambil pak. Enggak ada, periksa. Saya hanya YouTubers,” kata pria itu kepada petugas.
Terkait adanya aksi percobaan pencurian kumis harimau, Eka Damayanti membenarkan adanya kejadian itu. Tindakan itu tentu sangat melanggar hukum dan membahayakan. Apalagi, kepada petugas, pria itu sempat mengaku sebagai wartawan, padahal ia mendekat untuk mencuri kumis harimau yang akan dievakuasi.
“Padahal kondisi sangat sulit situasinya, kami kira tadi itu (pria) dari salah satu media. Rupanya, penyusup. Tapi sudah diamankan oleh teman-teman. Saya belum bisa memastikan apakah pria itu berhasil mencuri kumis harimau. Kumis ini sebetulnya gunanya hanya mitos di tengah masyarakat. Kumis harimau sumatra ini memang selalu menjadi incaran bagi masyarakat,” pungkasnya. (z)





