METRO SUMBAR

Pimpinan Baznas Baru Terbentuk

0
×

Pimpinan Baznas Baru Terbentuk

Sebarkan artikel ini

PDGPARIAMAN, METRO
Kabag Kesra Pemkab Padangpariaman Azwarman menyatakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Padangpariaman nomor 340/KEP/BPP/2020 tentang pemberhentian dan  pengangkatan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Padangpariaman masa jabatan 2020-2025 telah dilakukan musyawarah mufakat yang dipimpi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan  Idarussalam terkait pemilihan pimpinan Baznas Kabupaten Padangpariaman.

“Sehingga berdasarkan musyawarah mufakat tersebut terpilih  Rahmat Tk. Sulaiaman menjadi pimpinan Baznas Kabupaten Padangpariaman masa jabatan 2020-2025 dengan Wakil ketua  Masri Can, Zulfami, Fakri Zaki dan Zulherman.

Sementara itu Rahman Tuangku Sulaiman sebagai pimpinan baru Baznas ini mengatakan untuk tahap awal akan mengagendakan pelantikan secepatnya serta akan merumuskan rencana kerja dan membentuk target yang akan dicapai oleh masing-masing Wakil Ketua sesuai bidang yang nantinya akan ada pertanggungjawaban dari setiap program yang dibuat dan berharap dari program tersebut tidak hanya memungut zakat tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang berzakat.

“Progres awal yang akan dilakukan pada tahun pertama ini yakninya tidak hanya sekedar mendistribusikan zakat saja , namun juga harus ada impact  pendistribusian tersebut yang nantinya akan ditargetkan dari mustahik menjadi Muzakki serta nantinya mengelola keuangan dari zakat ini secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kode etik dan prosedur yang diatur oleh Baznas,” ujarnya.

Baca Juga  BBM Satu Harga Berdampak Positif Terhadap Pendidikan

Ia juga menambkan inovasi yang akan dilakukan dalam wajtu dekat yakninya peningkatan pengumpulan zakat dilakukan dengan merangkul semua potensi zakat seperti pengusaha secara perseorangan serta akan melakukan pertemuan secara virtual dengan aliansi atau organisasi  pengusaha seperti pengusaha rumah makan ataupun pengusaha lainnya
“Selanjutnya kami juga akan melakukan komunikasi dengan perantau dengan cara meyakinkan para pengusaha dan memperlihatkan profil data-data Baznas di Kabupaten Padangpariaman supaya mereka menyalurkan zakatnya melalui Baznas karena pada prinsipnya pengeloaan zakat berdasarkan amanah, intergritas,pemerataan, serta keadilan juga akan memastikan semua dana zakat tersebut terdistribusikan tepat sasaran dan tepat manfaat,” ujarnya.

Selanjutnya untuk meyakinkan para Muzaki, Baznas akan membuat sebuah program modal  kerja berupa kerjasama dengan perguruan tinggi dimana bagi perguruan tinggi yang akan mengadakan Kuliah Kerja Nyata dari kampusnya, maka Baznas meminta para mahasiswa peguruan tinggi tersebut mendampingi Mustahik yang menerima zakat modal usaha. Para mahasiswa yang menerima zakat dari Baznas nantinya akan diberikan arahan dan dorongan menjadi volunteer atau relawan sebagai duta zakat juga mengedukasi. Dimana awalnya mereka sebagai mustahik sehingga mendorong diri mereka dan juga masyarakat untuk menjadi Muzakki.

“Kami juga akan bekerjasama dengan Diskominfo agar data Mustahik dan Muzaki dapat dientry dan saling bersinergi dengan data di nagari, sehingga data penerima zakat tersebut dapat dengan mudah diketahui. Hal inilah yang nantinya akan menjadi tolak ukur atas kegiatan yang telah dilakukan oleh Baznas karena ini merupakan salah satu kinerja yang berguna untuk dilihatkan kepada para Muzakki bahwasanya zakat yang diamanahkan oleh para Muzakki ke baznas tekah dislaurkjan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Pendonor Darah Terima Pin Emas Presiden

Ia juga akan terus melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada seluruh Muzaki  dengan mempublikasikan seluruh kegiatan Baznas ke media sosial yang dimiliki oleh Baznas Padangpariaman, tidak hanya itu nantinya Baznas juga akan membuat video testimoni dari para Muzaki sehingga menarik masyarakat baik yang diranah maupun dirantau bersedia menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Padangpariaman.

“Untuk target peningkatan persenan zakat pada tahun pertama ini akan menargetkan hingga 8 Milyar diamna Persenan peningkatan zakat saat ini zakat yang terkumpul kurang dari 7 Milyar. Kami juga akan selalu melakukan integrasi data dengan stakeholder seperti Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  sebagai leading sektor penyelesaian masalah sosial karen pada dasarnya Baznas memiliki prinsip kolaborasi dalam aksi  dan output dari kegiatan baznas pengetasan kemiskinan,” ujarnya. (efa)