PAYAKUMBUH/50 KOTA

Bunda PAUD Khawatir PBM Tatap Muka 

0
×

Bunda PAUD Khawatir PBM Tatap Muka 

Sebarkan artikel ini

POLIKO, METRO
Pada Fase Tatanan Baru Normal Produktif Aman Covid-19 (TNBPAC) saat ini, pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal yang sama juga dilakukan di lembaga pendidikan, sesuai ketentuan dan aturannya, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh telah memberikan informasi kepada masing-masing sekolah, dalam kegiatan proses belajar mengajar disaat pandemi ini.

Menyikapi dan merespon kondisi saat ini, khususnya di sekolah kelas rendah seperti PAUD. Terkait proses belajar mengajarnya, Bunda PAUD Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi menyampaikan kekhawatirannya kepada media saat ditemui di rumah dinas wali kota, baru-baru ini.

“Untuk proses belajar mengajar dengan tatap muka disekolah ini masih masalah yang harus kita pikirkan, karna dikhawatirkan di lingkungan PAUD bakal susah menjalani protokol kesehatan, apalagi untuk sekolah PAUD penularan kepada anak-anak kita tidak tahu, nanti ada yang dari luar membawa virus, tentu kondisi ini juga mengkhawatirkan bagi orang tua anak,” kata Henny mengungkapkan.

Baca Juga  Dua Tahun Pandemi, Separuh Destinasi Wisata Kolaps

Dilematis memang, namun menurut Henny bila nanti sekolah kembali dibuka pada 13 Juli untuk SD kelas 4 sampai 6, SMP dan SMA di beberapa kota/kabupaten di Sumbar, maka disana protokol kesehatan harus betul-betul diperhatikan, pergerakan manusia sangatlah masif dari insan pendidikan.

Sementara untuk PAUD, Henny sebagai ibunda menyebut lebih baik tidak masuk sekolah dahulu, bahaya kepada anak karena saat ini wabah Corona belum menghilang.

“Pada prinsipnya, jika ada pilihan untuk tidak masuk sekolah bagi anak-anak PAUD itu pilihan yang baik. Namun ini juga dilema bagi orang tua yang yang bekerja diluar, di kantor, bukan di rumah tangga, nanti anaknya bagaimana ditinggalnya, sedang di Payakumbuh ini susah mencari pengasuh anak di rumah,” kata Henny.

Baca Juga  Pemkab Limapuluh Kota Berduka, Khaerunas dan Hendri Yoni Meninggal Dunia

Terkait hal ini, Henny menerangkan keputusan dan pilihan diberikan sepenuhnya kepada wali murid, Henny menerangkan di fase PAUD, anak tidak dituntut untuk pintar atau bisa ini itu, namun fase PAUD adalah fase dimana anak tumbuh berkembang sesuai usianya mengeksplorasi potensi dirinya, Henny menegaskan dunia PAUD adalah masa keemasan bagi anak atau golden age.

Untuk belajar daring bagi anak usia dini, Henny menegaskan kalau dirinya tidak setuju. Akan lebih baik didikan diberikan kepada orang tua anak, dimana pendampingan dari sekolah PAUD untuk memberikan tugas perminggu, apa yang akan disimulasikan oleh orang tua keanak dan minggu besoknya apa lagi. “Intinya peran PAUD itu tetap ada, tapi orang tua yang melaksanakan,” kata Henny. (us)