METRO PADANG

Ortu Kembali Datangi Disdik, Wali Murid belum Bisa Tenang

0
×

Ortu Kembali Datangi Disdik, Wali Murid belum Bisa Tenang

Sebarkan artikel ini

AZIZ CHAN, METRO
Puluhan wali murid kembali mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Rabu (8/7). Kedatangan wali murid ini demi menanti kepastian, apakah anaknya diterimanya di SMP negeri yang telah dipilih.

Suriati (40), salah seorang wali murid mengakui sudah mendatangi kantor Disdik Padang sejak pukul 08.00 WIB. “Saya masih belum tenang sebelum jelas keputusannya anak saya diterima di SMP negeri di Padang. Sementara sekarang sudah pengumuman tahap II. Sebentar lagi akan masuk sekolah,” ujarnya, Rabu (8/7).

Ia mengakui tidak sanggup menyekolahkan anaknya ke SMP swasta, sebab suaminya hanya bekerja sebagai seorang buruh bangunan. Ia sendiri sudah tiga hari berturut-turut mendatangi kantor Disdik Padang. Namun tak kunjung mendapatkan kepastian.

“Saya sudah tanyakan ke pihak Disdik di sini, katanya disuruh bersabar dulu. Dan disuruh mengisi data, katanya untuk tahap III,” paparnya.

Kendati demikian, ia akan terus mendatangi kantor Disdik Padang hingga jelas status anaknya di sekolah. “Besok saya akan datang lagi ke sini. Saya sangat berharap sekali anak saya bisa sekolah,” ucapnya.

Ermi (42), orang tua lainnya mengatakan dirinya ikut mendatangi kantor DPRD Padang sebelumnya. Hal ini dilakukannya demi menunggu kepastian kelulusan anaknya di SMP negeri.

“Padahal nilai anak saya di rapornya rata-rata 92, tetapi tidak lolos karena terkendala umur yang masih 12 tahun setengah bulan. Tentu saya tidak terima,” ujarnya
Ia mengaku sudah berada di kantor Disdik Padang sejak jam 09.00 WIB dan Selasa (7/7) juga mendatangi DPRD Padang. “Disdik berjanji akan menambahkan kuota, makanya kembali datangi Disdik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair mengatakan, memang akan ada penambahan kembali siswa yang tak tertampung melalui jalur afirmasi dibuka. Namun kapan waktunya masih menanti jawaban pimpinan

“Kita telah ajukan permohonan pada Wali Kota, saat ini tinggal menanti jawaban dari permohonan yang diajukan,” ujar mantan kepala SMPN 7 Padang ini.

Untuk syaratnya nanti, tidak mengacu pada usia, namun nilai rapor peserta didik. Lalu, soal teknisnya apakah offline atau manual, itu belum jelas. Jika telah disetujui permintaan penerimaan, maka Disdik akan sampaikan ke publik.

Sebelumnya, Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani mendesak Disdik Padang agar memberikan solusi terkait keluhan orang tua peserta didik mengenai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri melalui jalur zonasi yang mempertimbangkan umur di Kota Padang.

“Kami meminta pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan Padang untuk segera merealisasikan solusi yang telah didiskusikan atas persoalan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya dengan maksimal yaitu mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kota Padang membahas solusi atas keluhan masyarakat terkait sistem PPDB SMP melalui jalur zonasi di Padang.

“Berdasarkan hasil pertemuan tersebut kami meminta agar Disdik Padang menambah ruang belajar bagi murid yang belum terdaftar di SMP. Karena berdasarkan data masih ada sekitar 3.000 murid tamatan SD yang masih belum mendapatkan kuota di SMP Padang,” ujar kader Gerindra ini.

Ia berharap, keputusan tersebut segera direalisasikan agar masyarakat mendapatkan pencerahan atas persoalan PPDB yang dihadapi saat ini. “Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap Disdik sampai persoalan ini segera terselesaikan,” ujar Koordinator Komisi IV DPRD Padang ini. (ade)