BERITA UTAMA

Mahasiswa dan Warga Tuntut Ketua DPRD Sijunjung Dipecat

0
×

Mahasiswa dan Warga Tuntut Ketua DPRD Sijunjung Dipecat

Sebarkan artikel ini

Sidang adat ketua DPRD Sijunjung di Nagari Muaro.
SIJUNJUNG, METRO–Gelombang aksi menuntut Ketua DPRD Sijunjung Mukhlis Rasyid dipecat sebagai ketua dan diberhentikan sebagai wakil rakyat dilakukan Aliansi Mahasiswa Sijunjung dan masyarakat, Selasa (22/11). Perbuatan Mukhlis R yang bermesum dengan istri sopir DPRD tidak bisa dimaafkan. Sebagai wakil rakyat, Mukhlis sudah membuat malu para konstituen dan tidak member contoh yang baik.
“Berhentikan Mukhlis sebagai ketua. Keluarkan dia dari Sijunjung,” begitu orasi yang disampaikan perwakilan mahasiswa, di depan gedung DPRD Sijunjung, kemarin.
Perwakilan mahasiswa, Jeki mengaku, penggerebekan Mukhlis R juga sudah mencoreng nama kota Lansek Manih di Sumbar. Oleh karena itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD harus mengambil sikap tegas dan lebih cepat untuk kasus asusila Mukhlis R tersebut.
Aksi damai yang berlangsung di depan gedung DPRD tersebut berlangsung tertib. Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, Ketua BK Dasri Rajo Tembuh mengatakan, rekomendasi dibuat untuk memberhentikan Mukhlis R sebagai ketua DPRD. Akan tetapi, untuk memecat Mukhlis diserahkan sepenuhnya kepada Partai Golkar.
“Sesuai prosedur kamu akan menyelesaikan kasus ini dalam tujuh hari kerja. BK sudah melakukan penyelidikan selama dua hari, dengan meminta sejumlah ketetangan kepada pemerintah nagari, dan saksipun sudah didatangkan. Sekarang prosesnya masih berlanjut,” ulas Dasri.
Dasri menambahkan bahwa untuk saat ini wewenang dan fasilitas Mukhlis sebagai ketua DPRD sudah cabut, dan dikembalikan kepada sekretariat DPRD.
Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sijunjung, Sarikal yang juga rekan Mukhlis di Partai Golkar, merasa kecewa atas kejadian yang menimpa rekannya tersebut. Menurut dia, jika satu kader berbuat buruk atau melanggar hokum, akan berimbas kepada seluruh kader partai, khususnya Partai Golkar.
Sarikal pun meminta maaf kepada seluruh lembaga dan elemen masyarakat. “Sebagai kader Golkar, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kejadian ini merupakan pelajaran untuk kita semua, dan semoga ada hikmahnya,” tukasnya. (e)

Baca Juga  Bertemu Audy Joinaldy, Gamawan Fauzi Cerita Pengalaman jadi Gubernur Sumbar