Dua korban tabrak lari, dibawa dengan mobil dinas Polres Payakumbuh ke RSUD Adnan WD Payakumbuh, Senin (21/11) dinihari WIB. Pelajar dan mahasiswa ini tewas di lokasi kejadian.
PAYAKUMBUH, METRO–Tubuh Charlie Dwipa Amarufy (18) dan Rahmat Gani (21), ditemukan bersimbah darah di tikungan Ngalau Sampik, Kelurahan Balaipanjang, Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Senin (21/11) dinihari WIB. Motor Yamaha RX King BA 6839 CN, tergeletak di samping tubuh korban yang sudah tak bergerak itu.
Warga yang melihat korban bersimbah darah di ruas jalan Sumbar-Riau itu, berusaha menolong. Sayangnya, keduanya sudah tak bernyawa.
Menurut saksi mata, kedua korban yang mengendarai sepeda motor, sekitar pukul 01.30 dinihari WIB, ditabrak mobil pikap. Ketika itu, Rahmat Gani, asal Kubu Tangah, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, yang memboncengi Charlie Dwipa Amarufy, asal Panorama Baru, Kota Bukittinggi, dating dengan kecepatan tinggi dari arah Payakumbuh hendak menuju Bukittinggi.
Sesampai di tikungan indah, Ngalau Sampik, Rahmat Gani kehilangan kendali. Motor melebar ke jalur kanan. Nahas ketika itu dari arah Bukittinggi mobil pikap melaju dengan kecepatan tinggi dan tabrakan tidak terelakkan.
Pelajar dan mahasiswa itu terpental dari motor. Melihat kedua korban bersimbah darah, pengemudi pikap langsung kabur. Korban dibiarkan begitu saja di jalan.
“Untunglah ada warga yang melihat dan menolong kedua korban. Sayangnya, korban sudah meninggal di lokasi kejadian,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto melalui Kasat Lantas Iptu Yudi Satria, Senin (21/11).
Kedua korban dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh. Sementara itu, hingga kemarin, petugas Lantas masih melakukan penyelidikan terhadap pengendara pikap yang melarikan diri. “Mudah-mudahan pelaku tabrak lari ini bisa ditangkap. Untuk sementara, motorRX King milik korban diamankan di Mapolres Payakumbuh,” pungkas Iptu Yudi. (us)





