BERITA UTAMA

3 Pemancing Hilang Gagal Ditemukan

0
×

3 Pemancing Hilang Gagal Ditemukan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Setelah satu minggu proses pencarian terhadap tiga korban perahu motor yang karam diterjang badai dan gelombang tinggi di perairan laut Pulau Pisang Gadang Kota Padang, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk menghentikan pencarian. Dihentikannya pencarian ini, sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian.

Pasalnya, selama proses pencarian yang sudah berlangsung selama sepekan, ketiga korban tak kunjung ditemukan. Padahal, tim gabungan sudah melakukan berbagai upaya pencarian dengan penyisiran menggunakan kapal dan bahkan melakukan pencarian menggunakan helikopter.

Tiga korban yang belum ditemukan tersebut yakni, Ridwan Gazali atau kompoi (61), Yudi Trianda (28) dan Sandri Hadi (36). Meski pencarian dihentikan, pemantauan tetap dilakukan oleh pihak terkait, jika sewaktu-waktu ada tanda-keberadaan korban kapal tenggelam tersebut.

Kepala Kantor SAR Padang, Asnedi mengatakan, selama operasi pencarian, tim gabungan telah menyisir mulai Pantai Padang hingga Pesisir Selatan. Termasuk kawasan pulau-pulau di perairan laut Sumbar untuk mencari tiga korban perahu motor karam yang yang terjadi Minggu (21/6) yang lalu. Alasan dihentikannya pencarian, karena tim SAR akan melakukan evaluasi terkait upaya pencarian yang telah dilakukan selama 7 hari berturut-turut.

“Dapat kita laporkan dari 7 hari pencarian terhadap 13 orang telah ditemukan 10 orang dalam keadaan selamat. Sementara terhadap 3 orang lainnya belum ada tanda-tanda meski seluruh upaya pencarian telah dilakukan semaksimal mungkin,” kata Asnedi kepada awak media yang juga dihadiri perwakilan keluarga korban, Sabtu (27/6).

Disebutkan Asnedi, ia bersama personel akan melakukan evaluasi dengan membahas kajian-kajian selama upaya pencarian. Kendati dalam SOP-nya pencarian dihentikan sementara, namun petugas TNI Angkatan Laut dan Polairud tetap melanjutkan patroli dengan melakukan penyisiran terhadap tanda-tanda terhadap korban.

“Jika ada keputusan baru akan segera disampaikan kami berharap keluarga tetap semangat dan berdoa yang terbaik. Sejauh ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri pulau-pulau dan pesisir pantai. Selain petugas, upaya lainnya yaitu memperkuat koordinasi dengan nelayan-nelayan yang biasa beraktifitas di sekitaran lokasi kejadian,” paparnya

Sementara itu, Neni yang merupakan istri salah satu korban yang belum di temukan dengan berlinang air mata dan suara parau berharap petugas berkenan melanjutkan pencarian.

“Kami berharap seandainya pencarian ini dilanjutkan kami akan sangat berterima kasih karena kami belum bisa menerima keadaan ini sepenuhnya. Tolong kami pak dan kami akan sangat berterima kasih dan tetap bersabar menunggu,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, dihantam gelombang laut, kapal nelayan pembawa penumpang yang tujuannya untuk memancing terbalik dan karam di perairan Pulau Pisang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (21/6) sore. Akibatnya, 13 orang yang terdiri dari 10 orang pemancing dan 3 orang awak kapal hanyut di perairan tersebut.

Informasi yang diterima, karamnya kapal ini berawal saat 13 orang yang berada di atas kapal tersebut hendak pergi memancing ke Pulau Toran. Namun, di tengah perjalanan kapal yang mereka tumpangi mengalami masalah, hingga diantam gelombang laut yang tinggi.

Usai mendapatkan laporan tersebut, badan sar nasional (Basarnas) Kota Padang menggunakan kapal KN Yudhistira yang dibantu oleh kapal nelayan setempat melakukan pencarian terhadap korban kapal yang terbalik tersebut, Senin (22/6). Hingga saat ini Basarnas kota Padang telah berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi 10 orang korban kapal terbalik, sementara 3 orang korban lagi masih belum bisa ditemukan.

10 korban yang berhasil ditemukan selamat yaitu Fikram Mukalik (20), Taupik Hidayat (26 ), Triandika Ananda (23), Sorono (45), Efendi Mursalim (34), Surawan (34), Alfajri (32), Suranto (34), Koda rodi (33), Junaidi (34). (ade/r)