MENTAWAI, METRO
Warga Dusun Mapadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara menghentikan secara paksa mobil penambang pasir liar diduga milik oknum anggota TNI dengan Nopol. BA 2003 AD.
Aksi itu dilakukan, lantaran warga geram dengan adanya aktivitas yang mencemari lingkungan yang akan berdampak abrasi Pantai Mapaddegat.
Sebelumnya aksi warga tersebut diawali dengan peringatan. Bahkan, sudah sering diperingatkan warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) supaya penambangan pasir laut liar di pantai wisata Dusun Mappadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai dihentikan.
Kejadian tersebut terjadi Senin (22/6) sekitar pukul 12.56 WIB dini hari puluhan masyarakat Dusun Mapadegat cegat mobil penambang pasir liar diduga milik seorang oknum TNI yang tengah melakukan kegiatan penambangan di areal pantai wisata Mappadegat yang akan dibawa ketempat orderan.
Kepala Desa Tuapejat Pusuibiat mengatakan, aksi sudah sering diperingatkan kepada penambang pasir liar untuk tidak lagi melakukan penambangan di sekitar pantai wisata Mappadegat, akan tetapi masih tetap juga dilakukan.
Dalam hal kegiatan penambangan pasir liar yang dilakukan ini tidak ada izin dari masyarakat Mapadegat maupun dari kepala Desa Tuapejat, jadi jangan semena-semena ambil pasir karena yang akan mendapat dampak musibah itu masyarakat mapadegat. “Pemdes tidak melarang mengambil pasir untuk kebutuhan pembangunan rumah warga, pembangunan dusun Mappadegat maupun rumah ibadah, tapi kalau untuk proyek tidak kami beri izin,” ungkap Pusuibiat.
Pengblokiran terhadap mobil angkutan pasir liar itu dilakukan masyarakat sekitar pukul 12.56 WIB dini hari di depan landmark dusun Mapadegat dan pasir yang sudah dikarungkan diperintahkan warga, dengan suara sedikit keras segera diturunkan ditumpuk di lokasi landmark dengan nada kesal. “Kami sudah memberi peringatan kepada penambang pasir untuk tidak mengambil pasir di sekitar pantai, namun kenyataannya masih juga melakukan penambangan, hal ini sama tidak menghargai warga mapadegat,” paparnya.
Kades Pasubiat menambahkan, sebelum dilakukan pencegatan sejumlah masyarakat terlebih dahulu melakukan rapat bersama, lalu dilanjutkan pengintaian terhadap penambang pasir liar. Ternyata terbukti memang benar masih ada oknum yang ikut melakukan penambangan.
“Untuk yang terakhir kali penambang pasir liar diberi peringatan keras dan tidak ada lagi ditemukan penambangan pasir, kalau masih ada juga maka kita akan kumpulkan masyarakat lebih banyak lagi dari yang malam ini,” tegas Pasubiat. (s)





