Edi Jamal, menunjukkan tempat penyimpanan uang di Kantor SPBU Bypass Bukittinggi yang dibobol maling dan berhasil menyikat uang tunai Rp660 juta.
BUKITTINGGI, METRO–SPBU Bypass, Kelurahan Pulai Anak Air, Bukittinggi, dibobol komplotan pencuri. Uang tunai senilai Rp660 juta yang disimpan dalam laci, lesap digondol. Pelaku berhasil masuk ke dalam kantor SPBU dengan cara memecah kaca jendela. Hasil penyelidikan polisi di lokasi kejadian, kaca ruangan keuangan dan administasi sudah pecah dan terali juga sudah bengkok.
Selain itu, dua laci penyimpanan uang di bawah brankas juga sudah terbuka. Namun, beberapa unit CCTV yang ada di tempat itu sudah rusak lebih kurang setahun terakhir dan beberapa petugas keamanan di tempat juga tidak mengetahui kejadian itu.
”Pada bagian luar juga terlihat jelas kaca setebal beberapa millimeter itu, sengaja dipecah dan berserak. Beberapa pecahan kaca juga bertebaran di bagian luar dan dalam kantor itu,” ungkap Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi melalui Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi, Senin (31/10) pagi.
Hasil pemeriksaan, pengamanan kantor tidak ketat. Dimana, teralis yang dipasang sangat mudah dicongkel. Diduga kuat, para pelaku sudah mengetahui tempat penyimpanan uang. Pelaku mengetahui uang disimpan dalam laci di ruangan bagian keuangan.
”Pelaku tidak merusak brankas. Kita menduga pelaku telah mengetahui penyimpanan uang di laci nomor dua dan tiga yang sangat gampang dibuka,” ulas Kompol Zahari, menyebut sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, yaksi satpam dan karyawan SPBU.
Sementara, Manajer SPBU PT Subro Jaya, H Edi Jamal menyebut, pencurian baru diketahui Senin (31/10) pukul 08.15 WIB. Saat itu, karyawan datang membuka kantor SPBU. Dilihat ruangan keuangan dan administasi berantakan, teralis jendela juga sudah terbuka.
”Saya mendapat kabar dari karyawan jika kantor sudah rusak dan berantakan. Pagi itu juga beberapa orang karyawan termasuk security SPBU yang bertugas pada malam dikumpulkan,” kata H Edi.
Dikatakan H Edi Jamal, kuat dugaan pelaku menjalankan aksi sekitar pukul 02.00 WIB. Sebab, dari keterangan security kalau dia tidur sekitar pukul 01.00 dinihari WIB dan sebelum tidur, dia menyempatkan diri berkeliling melihat kondisi SPBU. Pelaku dalam menjalankan aksinya juga didukung oleh cuaca yang memang sedang hujan pada malam itu.
”Pelaku memang hanya membuka laci nomor dua dan tiga yang ada di bawah brankas. Kuat dugaan kalau pelaku mengincar tempat penyimpanan uang hasil penjualan BBM selama tiga hari terakhir dan brankas yang hanya berisikan dokumen penting tidak terlihat rusak sedikitpun,” ungkap H Edi.
Komplotan ini cukup lihai. Yang diambil hanya uang berjumlah besar. Pasalnya, beberapa kantong plastik berisi uang receh di atas meja masih utuh.
”Kami masih memeriksa kasus pembobolan SPBU ini. Komplotan ini cukup rapi saat beraksi,” tukas Kapolsek Bukittinggi Kompol Zahari Almi. (wan)





