PARIAMAN, METRO
Selain masalah ancaman virus yang akan menyerang, ternyata Pandemi Corona juga bisa mengancam dan bahkan menggagalkan program pemerintah sekalipun. Buktinya di Pariaman, ulah Corona target program Keluarga Berencana (KB) di Kota Pariaman, terancam tidak tercapai untuk membatasi kegiatan sosialisasi dan pelayanan kontrasepsi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kota Pariaman Nazifah di Pariaman, menyebutkan, bahwa hingga Juni 2020 jumlah akseptor KB di Pariamanbaru 499, masih jauh dari target yang ditetapkan sekitar 700 akseptor.
“Realisasi KB di Pariaman hingga kini baru 36,08 persen dari target yang ditetapkan 1.384 akseptor dalam setahun. Padahal seharusnya hingga Juni sekarang realisasi KB di Pariaman sudah sekitar 50 persen,” aku Nazifah.
Dalam upaya mengejar pencapaian target, Pemerintah Kota Pariaman menargetkan bisa melayani 178 akseptor pada kegiatan pelayanan KB serentak se-Indonesia tanggal 29 Juni 2020, saat peringatan Hari Keluarga Nasional. “Pada hari itu ada satu juta akseptor yang akan dilayani se-Indonesia dan akan mendapatkan rekor MURI,” sebutnya.
Ia menambahkan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berencana menggelar pelayanan bagi sejuta akseptor KB secara serentak untuk menggantikan acara puncakperingatan Hari Keluarga Nasional yang ditiadakan akibat pandemi.
Guna menyukseskan kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pariamantelah mendata ibu melahirkan untuk KB pascasalin, mendata jenis layanan KB yang akan digunakan akseptor, serta menjalin komunikasi dengan mitra BKKBN seperti Dinas Kesehatan Kota Pariaman, TNI, dan Ikatan Bidan Indonesia. Empat puskesmas di Pariamandisiapkan untuk melayani akseptor mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.
“Bila perlu realisasi akseptor di Pariaman pada 29 Juni tersebut melebihi target karena tahun lalu realisasi akseptor lebih dari 100 persen,” kata Nazifah. (efa)





