SOLOK/SOLSEL

Pemilik UKM Banyak tak Mengerti Manajemen Keuangan

1
×

Pemilik UKM Banyak tak Mengerti Manajemen Keuangan

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO
Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Solok, Eva Nasri menilai, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di fase setelah pengenalan produk (fase pendewasaan), kebanyakan usaha tersebut stagnan. Bahkan usaha tersebut banyak yang tidak lagi berjalan.

”Itulah yang sering terjadi pada UKM kita di Kabupaten Solok, padahal UKM di Kabupaten Solok cukup banyak,” ujar Eva Nasri.

Eva Nasri menyebut, jumlah UKM yang terdaftar sebanyak 12.786 IKM, terdiri dari sandang, pangan, perbengkelan. Dari sebanyak itu tidak mungkin bisa di akomodasi seluruhnya.

Pengelolaan keuangan UKM menjadi hal utama yang diperhatikan Pemkab Solok untuk mengembangkan sejumlah UKM. Sebab di Kabupaten Solok mayoritas UKM belum sepenuhnya mengerti tentang manajemen keuangan.

Saat sebuah usaha baru berjalan, biasanya di fase pengenalan itu usaha tersebut cukup diminati, karena itu terbantu oleh prilaku konsumen Indonesia khususnya Sumbar masih suka mencoba produk-produk baru. Namun karena ketidaktahuan pemilik usaha tentang pengelolaan keuangan, pelaku usaha terkait hanya sekedar menikmati keuntungan semata,  Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya sudah merencanakan Bimtek atau pelatihan kepada pemilik UKM, namun hingga pertengahan 2020 ini urung dilaksanakan, lantaran pandemi Covid-19.

Baca Juga  Menuju Embarkasi Haji Padang, 107 CJH Diberangkatkan dengan Tiga Bus 

Ke depan, pihaknya menyusun lagi jadwal dan pelatihan diberikan bertahap dan didahulukan yang memang berpotensi, atau yang sedang berkembang. Tujuannya, agar para pelaku UMKM mampu meningkatkan keahlian dan keterampilan dalam menyusun atau membuat pembukuan sederhana. “Kita harap pelaku usaha bisa terampil dalam menentukan rugi dan laba suatu usaha yang nantinya bermuara pada kemajuan UMKM,” tambahnya.

Selain persoalan manajemen keuangan, secara keseluruhan, untuk menggerakkan  roda perekonomian masyarakat, pihaknya menegaskan untuk mendukung geliat ekonomi daerah, Pemkab Solok memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dengan penguatan untuk permodalan pelaku UMKM.

Baca Juga  Layanan Clearing House, Forum untuk Penyelesaian Masalah Pengadaan Barang dan Jasa

Sebab Keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Dan banyak pelaku usaha tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Pemkab Solok terus berupaya mendekatkan pelaku UMKM dengan sumber permodalan. Baik dari pihak Pemda sendiri, perbankan maupun BUMN yang ada. Diantaranya melalui Lembaga Permodalan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat (LP2EM), PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). (vko)