METRO SUMBAR

Berdayakan Sektor Pariwisata, Pengelola Homestay Dilatih dan Dibina

0
×

Berdayakan Sektor Pariwisata, Pengelola Homestay Dilatih dan Dibina

Sebarkan artikel ini

MASIH kurangnya sarana penginapan dan perhotelan di Kabupaten Solok, maka untuk itu Pemkab Solok menginisiasi maksimalkan homestay sebagai sarana pendukung sektor pariwisata. Karena sektor pariwisata menjadi sektor prioritas, serta juga dengan menekankan penerapan protokoler kesehatan saat Normal Baru. Sektor pariwisata merupakan sektor yang bisa menggerakan jasa lainnya untuk mendukung perekonomian masyarakat pascapandemi Covid-19.

“Kita sudah membina pengelola homestay maupun rumah gadang wisata, yang tersebar di beberapa kawasan dan nagari wisata Kabupaten Solok, berhubung dengan penerapan Normal Baru juga, kami akan sosialisasikan juga tentang protokoler kesehatan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika, Senin kemarin.

Penerapan protokoler kesehatan mengantisipasi Covid-19 itu, untuk tahap awal difokuskan dulu homestay yang berada di kawasan wisata prioritas (Danau Kembar, Danau Singkarak, dan Arosuka) serta yang tersebar di nagari wisata budaya (Paninggahan, Jawi-Jawi Guguak dan Koto Anau). Dengan total jumlah yang terdata sebanyak 40 homestay.

Lalu untuk meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ) para pelaku dan pengelola homestay, serta meningkatkan kompetensi pengelola homestay dan memberi ruang untuk saling bersinergi dengan pelaku usaha pariwisata lainnya. Pihaknya juga akan merencanakan pelatihan tambahan, karena akibat pandemi ini banyak tata cara yang harus diubah sesuai protokol kesehatan.

Ia menyebutkan, pengelola homestay harus mampu menerapkan nilai profesionalitas dalam pengelolaan, sehingga pengunjung mendapatkan kesan yang baik dari setiap kunjungan, sebab penginapan ataupun perhotelan tidak banyak di Kabupaten Solok. Sedangkan angka kunjungan tiap tahunnya meningkat.

Saat ini dalam menunjang pengembangan pariwisata, pihaknya juga telah melakukan pembenahan  pada vila-vila, dan homestay yang ada di kawasan wisata, penerapan konsep homestay rumah gadang di nagari wisata budaya diharapkan menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan.

Ditambah lagi, saat ini sarana perhotelan yang ada belum mampu menarik minat wisatawan untuk menetap lama di Kabupaten Solok, padahal tingkat kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

“Karena itu, kita menyikapinya dengan membenahi sarana yang ada  dan menawarkan pengalaman beda, yakni rumah gadang sebagai penginapan, dan kita harap pengelola homestay bisa profesional dalam pengelolaan,” tambahnya.

Terkait kesiapan objek wisata, pihaknya juga turun kelapangan mengecek kesiapan objek wisata unggulan dalam menatap masa new normal, sebab setelah lama tutup, tentu ada pembenahan terutama dari segi kelengkapan pendukung sesuai protokol kesehatan.

“Ada tiga yang masuk prioritas kita yakni dermaga Singkarak, Alahanpanjang Resort dan kampung wisata budaya, untuk tahap awal kami akan melengkapi sarana dan prasara (Sapra) kebersihan dan kesehatan, dan juga memberikan sosialisasi kepada pengelola objek tersebut tentang aturan new normal,” tambahnya.

Di objek wisata tersebut harus diterapkan standar protokol kesehatan, pengelola wajib menyediakan thermo gun dan bilik disinfektan, pengelola dan pengunjung wajib memakai masker, menyediakan sapra cuci tangan, hand sanitizer di tempat-tempat yang terjangkau pengunjung, dan membatasi pengunjung sesuai konsep new normal.

Menurut Nasripul, adapun yang direncanakan dan yang sedang dilakukan saat ini yakni melatih SDM pariwisata yang disesuaikan dengan konsep new normal, dan menyediakan Sapra untuk destinasi pariwisata dan tempat usaha wisata karena sudah tutup berbulan-bulan, serta sosialisasi massal menggunakan medsos kepada masyarakat tentang aturan di objek wisata sesuai konsep new normal. (vko)