PADANG, METRO–Gempa berkekuatan 4,5 SR kembali mengguncang sebagian wilayah Sumbar. Meski getarannya tidak terasa secara merata, namun bagi warga yang tengah berada di lantai bertingkat, hentakan gempa yang berpusat di 81 km barat daya Pesisir Selatan dengan kedalam 10 km itu, cukup terasa kuat.
Seperti di Jalan Kis Mangunsarkoro. Kawasan yang mayoritas perkantoran dan pertokoan berlantai dua itu, kaget ketika bangunan terasa bergoyang, Jumat (21/10) sekitar pukul 08.45 WIB.
Ade (26), karyawan swasta, mengaku terkejut saat merasakan ayunan gempa. Meski durasinya hanya beberapa detik, namun ia tetap turun dari lantai dua karena takut gempa makin besar, seperti saat 30 September 2009.
”Saat itu saya sedang berada di lantai dua. Tiba-tiba terada ada guncangan. Saya langsung saja turun dan menuju parkiran,” ungkap Ade.
Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang Rahmat Triyono mengatakan, gempa bumi tektonik Jumat pagi, mengguncang beberapa wilayah di Sumbar, yakni Pesisir selatan, Padang dan Pariaman. Namun, gempa tidak berpotensi tsunami.
Dia menyebut, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BMKG serta BPBD setempat. Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai, jangan terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
Jika ditinjau kondisi kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terhadi tidaklah dalam gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif Mentawai. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu penyesaran mendatar.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu penyesaran mendatar. Mekanisme sumber ini relevan dengan kondisi sesar Mentawai yang memiliki pergerakan mendatar di kedalaman 10 kilometer di daerah itu.
Dia menjelaska sesar Mentawai merupakan sesar aktif yang berlokasi di laut sekitar Kepulauan Mentawai berjarak sekitar 150 kilometer dari pantai barat Sumatera yang memanjang dari pulau-pulau Mentawai dari Selatan hingga ke Utara Nias.
Historis gempa bumi merusak yang pernah terjadi pada sesar aktif mentawai yang berdekatan pada lokasi tersebut. Dalam catatan ada gempa bumi pada 13 September 2007 dengan kekuatan 7,7 SR yang menimbulkan kerusakan dan dirasakan di Padang, Painan, Pekanbaru, Sibolga dan Singkil sebesar IV MMI, kemudian Duri, Curup, Dumai, Jakarta, Pondok Aren, Singapura, Malaysia sebesar II-III MMI. (rg)





