SOLOK/SOLSEL

Rapat Dengan Kemenko Maritim, Plt Bupati Usulkan Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya

0
×

Rapat Dengan Kemenko Maritim, Plt Bupati Usulkan Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO
Plt Bupati Solok Selartan (Solsel) H Abdul Rahman dalam rapat acara rapat koordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin melalui video conference, mengusulkan skala prioritas pembangunan dari kabupaten yang berjuluk “Nagari Saribu Rumah Gadang” itu ruas jalan Abai Sangir -Sungai Dareh Dharmasraya.

“Kenapa ruas ini jadi prioritas, karena ruas tersebut merupakan penghubung provinsi Sumbar bagian selatan menuju jalur lintas tengah Sumatra dan jalur tol trans Sumatra nantinya yang juga dengan Dharmasraya,” ujar Abdul Rahman, saat mengikuti video conference bersama Wagub Sumbar, kepala daerah se-Sumbar, Jumat (12/6).

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim, menegaskan kepada kepala daerah di Sumbar agar secepatnya mengadakan, konsolidasi usulan untuk dijadikan usulan-usulan prioritas yang akan diajukan ke pemerintah pusat.  Menurutnya, ruas jalan yang diusulkan tersebut sangat menunjang potensi ekonomi terutama dari sektor perkebunan yang umumnya dimiliki oleh masyarakat yang berada dijalur jalan yang akan dilaksanakan peningkatan melalui usulan kepada Kemenko Maritim.

Ia menambahkan, meski sudah keluar dari status daerah tertinggal, namun masih menyisakan sedikit masalah yaitu ada 3 nagari yang indeks desa membangun 2019 masih masuk ke dalam kategori desa tertinggal, yaitu Nagari Lubuk Ulang Aling (LUA), Nagari LUA Selatan dan Nagari LUA Tengah yang berada di Kecamatan Sangir Batang Hari.  “Hal ini disebabkan oleh bencana alam yang merusak sarana dan prasarana sekolah dan telekomunikasi pada akhir tahun 2019 disamping sarana transportasi yang buruk,” katanya.

Ia menyebutkan, ruas jalan Abai (Solsel)-Sungai Dareh (Dharmasraya) sepanjang 75 km, 40 km diantaranya sudah dibangun namun dalam kondisi rusak, sedangakan 35 km lagi belum dibangun, masih jalan tanah. Diharap, ruas jalan ini menjadi prioritas untuk dianggarkan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.”Kami dari Pemkab Solsel sangat berharap pembangunan dan peningkatan jalan tersebut untuk dianggarkan hingga selesai. Jalur ini memiliki banyak manfaat, yang jelas tiga nagari yang dilewati masih terisolir akibat belum adanya jalan yang representatif,” ujanya. (afr)