PADANG, METRO
Sebagian sopir mobil tangki atau Awak Mobil Tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin, Jumat (12/6) menyampaikan aspirasi di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung. Meski operasional sempat tertunda sementara, namun setelah dilakukan mediasi bersama manajemen, operasional kembali normal, sehingga tidak terjadi aksi pemogokan.
AMT menyampaikan aspirasi mengenai sistem dan aturan kerja di IT Teluk Kabung. AMT juga menyampaikan aspirasi terkait sanksi bagi AMT yang berhenti di lokasi-lokasi yang ditengarai sebagai wilayah penyelewengan BBM.
“PT Elnusa Petrofin pagi tadi langsung melakukan mediasi dengan beberapa AMT. Dari hasil mediasi dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan aspirasi AMT tanpa mengganggu operasional penyaluran BBM,” ujar Unit Manager Comm, Rel, & CSR MOR I, M Roby Hervindo.
Melalui mediasi terang Roby, dapat dihindari terjadinya mogok kerja oleh AMT. Tercapai kesepakatan bahwa hal-hal yang menjadi aspirasi AMT akan ditindaklanjuti oleh manajemen. Operasional penyaluran BBM ke SPBU kembali berjalan normal sejak pukul 09.30 WIB.
Ia menjelaskan, kondisi seperti ini sudah diantisipasi Pertamina. Perusahaan menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri dengan mempersiapkan personel TNI dan Polri sebagai awak mobil tangki pengganti sementara.
“Syukurlah dalam hal ini tidak perlu sampai menurunkan personel TNI dan Polri sebagai AMT cadangan. Kami menyampaikan apresiasi kepada AMT yang menyampaikan aspirasi tanpa menyebabkan terhentinya operasional,” tutup Roby.
Sementara itu, Kapolsek Bungus AKP, Andhi Jais mengatakan, pihaknya mengawal dan mengamankan aksi mogok kerja sekitar 100 sopir tangki di IT Pertamina. Mereka menyampaikan aspirasi kepada manajemen dan berlangsung secara aman dan damai.
“Mereka melakukan aksi mogok kerja menuntut kesejahteraan kepada pihak perusahaan. Tapi, setelah dilakukan mediasi antara perusahaan, sopir tangki kembali bekerja seperti biasanya,” pungkas AKP Andhi. (rgr)





