METRO PADANG

Tahun Ajaran Baru, Padang Ikut Instruksi Pusat Soal PBM

0
×

Tahun Ajaran Baru, Padang Ikut Instruksi Pusat Soal PBM

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO
Memasuki tahun ajaran baru, sistem belajar diperkirakan masih tetap memakai sistem online atau belajar di rumah. Hal ini untuk mengantisipasi penularan Covid -19 di kalangan pelajar. Apalagi saat ini, secara nasional, angka penambahan yang terinfeksi Covid-19 makin meningkat.

“Untuk sementara tetap belajar online dulu sampai keadaan memungkinkan dan Covid-19 sudah hilang. Melihat kondisi saat ini, mungkin sampai akhir tahun, tetap online belajarnya,” ujar Habibul.

Saat ini kata Habibul, pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan soal proses belajar mengajar (PBM) ini. Jika Kementerian Pendidikan menilai Covid-19 sudah habis dan pelajar boleh bersekolah, maka Kota Padang juga akan ikut.

“Kita tak bisa buat aturan sendiri. Kita tunggu dulu aturan dari Kementerian Pendidikan. Kalau secara nasional sudah aman, kemungkinan boleh bersekolah lagi. Tapi kalau belum aman, ya tetap belajar online terus,” ulasnya.

Sembari menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan keluar, saat ini terang Habibul, pihaknya juga sedang merancang aturan khusus jika nanti pelajar sudah boleh bersekolah lagi. Aturan itu mengatur tentang belajar mengajar di sekolah yang aman. Tentunya dengan menerapkan protokol Covid-19. Yakni, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya.

Logikanya, kata Habibul lagi, kalau pakai protokol Covid-19, maka jumlah pelajar dalam kelas harus dibatasi. Jarak kursi dan mejanya harus satu meter lebih. Jika sarana tak mencukupi, kemungkinan nanti akan dibuat sekolah per shift. Ada shif pagi dan ada shif siang.

“Hal ini untuk mengantisipasi agar jumlah pelajar di dalam kelas tidak sebanyak hari biasanya,” tukasnya.

Tapi itu baru sekadar analisa saja ungkap Habibul, belum ada aturan bakunya. “Kita lagi merancang itu sekarang.

Setidak-tidaknya nanti regulasi tentang tatanan sekolah aman Covid-19 ini nanti berbentuk Perwako tersendiri pula,” tandas Habibul. (tin)