BERITA UTAMA

Kaget Guncangan Gempa, Penghuni RS Berhamburan

0
×

Kaget Guncangan Gempa, Penghuni RS Berhamburan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Guncangan gempa dengan kekuatan magnitudo 5,7 yang berpusat pada 2,73 Lintang Selatan dan 100,91 Bujur Timur berjarak sekitar 28 kilometer di barat daya Muko-Muko, Bengkulu juga sangat terasa hingga Padang, Sumatera Barat dan sempat membuat masyarakat kaget lalu berhamburan keluar dari bangunan.

Seperti di rumah sakit umum pusat (RSUP) M Djamil Padang. Terlihat warga,pasien hingga petugas medis yang berada di rumah sakit plat merah itu sempat berlarian karena kaget dengan guncangan gempa yang cukup kuat dirasakan.
Setelah tenag, mereka kembali ke dalam rumah sakit.

Salah satu pengunjung bernama Indra (37) yang tengah menunggu keluarganya di poliklinik rawat jalan mengaku terkejut dan kaget dengan goncangan gempa yang terjadi tersebut, sehingga Ia bersama dengan pengunjung lainnyapun kemudian berlarian keluar ruangan.

“Tadi pas gempa orang lari keluar semua. Lumayan kencang terasa, kaca bergoyang. Seperti kita berada di atas kapal yang tengah berlayar diatas ombak,” ujarnya.

Sementara pihak rumah sakit M Djamil Padang memastikan pasien coronavirus disease (covid-19) yang dirawat di ruang isolasi aman saat gempa bermagnitudo yang mengguncang pesisir barat Sumatra Barat dan Bengkulu tersebut.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang Gustafianof mengatakan, para pasien di ruang isolasi khusus Covid-19 tidak ada yang keluar. Mereka ditenangkan paramedis yang melakukan perawatan.

“Secara umum gempa tadi tidak menyebabkan permalasahan di M Djamil. Untuk kerusakan sampai sekarang tidak ada laporan,” ujarnya saat di wawancarai wartawan.

Meskipun demikian, Gustafianof mengakui beberapa pasien yang berada di poliklinik rawat jalan sempat keluar dan turun dari ruangan. Kemudian setengah jam selanjutnya, para pasien telah kembali ke ruang masing-masing.

“Ia benar tadi yang berada di poliklinik rawat jalan sempat ada yang berlarian keluar dan telah kembali lagi.
Namun untuk di ruang rawat inap tidak ada keluar karena ditenangkan oleh perawat, jadi hingga sekarang tidak ada masalah,” ucapnya.

Rapat di DPRD sempat Terhenti
Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani mengatakan ia bersama pegawai lainnya merasakan getaran gempa yang cukup kuat saat pelaksanaan rapat Banggar di aula pertemuan kantor DPRD Padang. Kejadian gempa tersebut membuat sebagian peserta rapat Banggar panik, sehingga rapat terhenti sejenak karena peserta Banggar banyak yang keluar ruangan.

Sementara Syafrial Kani yang memimpin rapat tersebut bersama anggota lainnya memilih tidak keluar ruangan. Karena gempa tidak berlangsung lama dan tidak ada gempa susulan. Setelah beberapa menit kemudian, rapat Banggar DPRD Padang kembali dilanjutkan.

Sebelumnya, Gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, pada Rabu sekitar pukul 11.35 WIB dirasakan kuat hingga ke tiga provinsi yakni Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dan Kota Bengkulu. (r/ade)