BERITA UTAMA

Warga Diminta Patuh New Normal, Pemko Bukittinggi Siapkan Sanksi Tegas

0
×

Warga Diminta Patuh New Normal, Pemko Bukittinggi Siapkan Sanksi Tegas

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO
Jelang penerapan konsep tatanan normal baru atau ‘new normal’, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, tinjau langsung kesiapan Kota Bukittinggi, Sabtu (30/5).

Dalam kunjungannya, Nasrul Abit, didampingi Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota. Irwandi, sejumlah Kepala OPD, mengunjungi sejumlah titik fasilitas umum di Bukittinggi.

Lokasi pertama yang dikunjungi Wagub adalah rumah ibadah. Dalam kunjungannya, ia melakukan pengecekan terkait kesiapan protokol kesehatan Covid-19 pada Surau Buya Gusrizal dan Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi khususnya menyangkut pelaksanaan ibadah Shalat Jumat.

“Saya kira semua sudah diatur, penyediaan thermogun, physical distancingnya dijaga, berwudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, khotbah hanya sepuluh menit, ini bisa menjadi role model nantinya bagi kabupaten/kota lain yang bersiap lepas dari PSBB,” ujar Nasrul Abit di Bukittinggi, Sabtu (30/5).

Baca Juga  Proposal Rp 17 Miliar Disetujui, 3 Ruas Jalan di Payakumbuh Dibangun dengan Dana Inpres

Selanjutnya, pada sektor ekonomi, Nasrul Abit kunjungi beberapa pasar tradisional dan tempat pariwisata. Dimulai dari Pasar Bawah, TMSBK dan Kawasan Pedestrian Jam Gadang.

Dalam kunjungannya itu, ia juga melakukan pengecekan kesiapan pada sektor tersebut, mulai dari penempatan petugas hingga penerapan protokol kesehatan oleh pengunjung dan pedagang di pasar.

“Alhamdulillah hari ini kita lihat, persiapannya sudah cukup matang, ini sebenarnya yang diharapkan Pak Gubernur, kalau udah siap jangan setengah- setengah,” ungkap Nasrul.

Dikatakan Nasrul, Pemprov Sumbar mendukung secara penuh penerapan konsep ‘new normal’ di Bukittinggi. Agar nantinya hal itu dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumbar.

Baca Juga  Sekjen Tegaskan Capres Gerindra Hanya Prabowo

“Untuk PCR nanti kita akan bantu, kita saling support saja, seperti Bukittinggi belum punya rumah sakit, manfaatkan rumah sakit yang ada, jadi kita tidak harus kaku,” tutur Nasrul.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengakui seluruh aspek terkait penerapan tatanan normal baru di Kota Bukittinggi telah dikaji dan diterapkan secara menyeluruh.

“Bahkan sampai dengan posisi mimbar di mesjidpun kami atur, harus ada jarak antara khatib dengan jamaah,” terangnya.

Selain itu, ujar Ramlan, pihaknya juga menyiapkan beberapa sanksi bagi masyarakat yang nantinya melanggar atau tidak mematuhi aturan yang berlaku selama penerapan ‘new normal’. “Jika kedapatan tidak pakai masker, kami haruskan membeli tiga masker,” ucap Ramlan.(pry)