BUKITTINGGI, METRO
Pemerintah Kota Bukittinggi akhirnya memastikan keluar dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumbar mulai 1 Juni mendatang. Hal ini disampaikan Wali Kota Bukittinggi, setelah rapat bersama Unsur Forkopimda, Rabu (27/5). Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, semua Forkopimda sepakat untuk Bukittinggi keluar PSBB setelah 29 Mei. Sejumlah regulasi setelah keluar PSBB tengah disiapkan.
”Dasarnya, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bukittinggi dinilai maksimal. Tracking setelah adanya yang dinyatakan positif Covid-19, cepat dilaksanakan. Sehingga upaya memutus mata rantainya dirasa cukup maksimal,” jelas Ramlan.
Wako menambahkan, Kota Bukittinggi menjadi daerah pertama di Sumbar yang nyatakan sikap untuk keluar PSBB, disusul beberapa daerah lainnya, seperti Padang Panjang dan Pesisir Selatan. Namun demikian, keluar PSBB bukan berarti bebas covid. Razia masker dan upaya pencegahan tetap dilakukan.
”Keluar PSBB dimaksudkan untuk melonggarkan masyarakat untuk beraktivitas. Kita kurangi tingkat kecemasan warga. Sehingga warga dapat memulai kembali aktifitas untuk memperbaiki perekonomian. Kita sudah pelajari penyebaran Covid-19 di kota ini. InsyaAllah kita siap keluar PSBB dengan tetap mempertahankan standar pencegahannya,” ujar Wako.
Sampai saat ini, tercatat 17 warga Bukittinggi dinyatakan positif Covid-19. 1 meninggal, 3 masih dirawat atau diisolasi dan 13 lainnya sudah sembuh. Dari terakhir swab yang dikirim sebanyak 88 sampel, semuanya negatif.
Mulai Juni, akan ada beberapa kelonggaran, seperti, membuka objek wisata, persiapan operasional Pasa Ateh serta persiapan untuk memulai kembali proses belajar mengajar pada bulan Juli. “Sekolah pun rencana kita, akan diatur, tidak semuanya yang masuk sekolah. PAUD, TK, SD kelas 1 dan Kelas 2 masih tetap di rumah. Untuk shalat di masjid akan kita bolehkan kembali dengan sejumlah syarat, seperti, tidak boleh pakai tikar masjid, jemaah hanya sekitar masjid, berwudhu di rumah. Ini akan kita komunikasikan dulu dengan Pengurus Masjid besok (Kamis -red),” jelas Wako. (pry)





