PDGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni dalam situasi lebaran kali ini tetap menjalin tali silaturahmi hati dengan semua lapisan masyarakat dalam daerahnya. Namun, silaturahim hati dilakukan dengan tetap menjaga social disstancing.
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan, social distancing atau pembatasan sosial, juga disebut pembatasan fisik, adalah adalah serangkaian tindakan intervensi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular dengan menjaga jarak fisik antara satu orang dan orang lain serta mengurangi jumlah orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain.
Sehingga berhubungan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berbarengan dengan Hari Raya idul Fitri 1441 H, ia tidak bisa melarang masyarakat untuk bersilaturahmi dengan kepala daerahnya akan tetapi penerapan sosial distancing tetap diberlakukan seperti cuci tangan, jaga jarak dan tidak berjabat tangan.
Ali Mukhni berharap masyarakat yang bersilaturahmi di rumah rakyat atau rumah dinas bupati ini jangan berkecil jika tidak bisa berjabat tangan dengan bupati. Hal ini dalam rangka saling menjaga dalam masa pandemi covid-19 ini.
“Kepala Bagian Humas dan Protokoler yang bertanggung jawab terhadap protokoler kepala daerah mengatakan protokol kesehatan harus tetap kita utamakan karena kita harus waspada akan tetapi silaturahmi juga tetap berlangsung,” ungkapnya. (efa)





