Ramadhan Kareem

Hindari Kerumunan, Warga Batalkan Tradisi Mambantai

0
×

Hindari Kerumunan, Warga Batalkan Tradisi Mambantai

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO
Masyarakat Simpang IV Mato Aia, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, membatalkan pemotongan hewan atau mambantai jelang memasuki hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Sebelumnya, tradisi membantai atau memotong hewan ternak sudah menjadi bidaya menjelang masuknya lebaran.

Panitia mambantai, Sutan Zainal menyebutkan, pembatalan ini karena dikhawatirkan masyarakat atau peserta mambantai tidak menerapkan protokol Covid-19, yang dianjurkan pemerintah untuk memutus mata rantai virus corona itu.

“Bagi kita panitia mungkin bisa menerapkannya, tetapi masyarakat yang ikut menjadi peserta mambantai ini sulit untuk dikontrol,” ujar Sutan.

Baca Juga  TSR Pemprov Kunjungi Masjid Baiturrahmah Lubuk Basung, Tim Minta Jamaah Dukung Program Pemerintah

Ia menjelaskan, masyarakat yang ikut jadi peserta mambantai sudah didata dan uangnya telah dihimpun. Bahkan kemarin panitia mambantai juga sudah pergi ke pasar untuk membeli ternak, tetapi pasar masih tutup.

“Kita pun menyadari, penutupan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Karena pasar tradisional sudah dibuka, maka kita juga beranggapan pasar ternak juga dibuka,” sebut Sutan.

Di pasar ternak ia bertemu dengan petugas dan mendapatkan informasi bahwa pasar ternak tidak dibuka. Terkait mambantai boleh saja dilakukan, asalkan tidak menimbulkan kerumunan dan mematuhi protokol Covid-19.

Baca Juga  Ramadhan, Ratusan Atlet PON Ikuti Vaksinasi

Menyikapi hal itu, panitia memutuskan untuk membatalkan mambantai tahun ini. Sedangkan uang yang sudah terkumpul, dikembalikan kepada masyarakat yang telah mendaftar sebelumnya.

“Kita bisa saja terus melanjutkan mambantai, tetapi bagaimana nanti bagi orang yang berkumpul dan siapa yang mengontrolnya. Jika daging diantar ke setiap rumah peserta kan tidak mungkin,” ujar Sutan. (pry)